Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah disrupsi digital, sangat penting untuk mebayangkan ulang identitas kebangsaan. Selain itu perlu ditegaskan juga komunikasi sebagai infrastruktur keberlanjutan sosial.
Hal itu terungkap dalam orasi ilmiah berjudul “Reimagining the Nation: Etnografi Komunikasi dan Networked Nationalism untuk Keberlanjutan Ruang Batas Indonesia” yang disampaikan Prof. Rizki Briandana saat dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu media dan komunikasi di Universitas Mercu Buana (UMB), Selasa (19/8).
Prof Rizki merupakan salah satu dari lima guru besar yang dikukuhkan oleh UMB.
Rektor UMB, Prof Andi Adriansyah menegaskan bahwa pengukuhan guru besar merupakan puncak pencapaian akademik, namun bukan akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar bagi ilmu pengetahuan, masyarakat, dan bangsa.
Mengenai pentingnya membayangkan ulang identitas kebangsaan di tengah disrupsi digital, Prof Rizki mengatakan, “Bangsa ini tidak hanya hidup dalam dokumen resmi atau peta, melainkan dalam percakapan, cerita, dan ruang komunikasi yang kita bangun bersama. Itulah api imajinasi bangsa yang harus terus dijaga."
Rizki mengungkapkan temuan etnografinya di wilayah perbatasan Sebatik, Kalimantan Utara. Di sana, warga kerap lebih akrab dengan informasi dari Johor, Malaysia, ketimbang dari Jakarta.
Situasi itu menunjukkan rapuhnya komunikasi identitas nasional, sekaligus menegaskan pentingnya ruang batas sebagai medan sosial yang harus dikelola secara adil dan inklusif.
Selain Rizki, guru besar yang dikukuhkan adalah Prof Indra Siswanti (Ilmu Manajemen), Prof Ratna Mappanyukki (Ilmu Audit), Prof Dewi Nusraningrum (Ilmu Manajemen), serta Prof Herry Agung Prabowo (Ilmu Lean Manufacturing).
Dalam amanatnya, Rektor UMB menekankan peran guru besar sebagai mercu suar sekaligus penunjuk arah bagi masyarakat.
“Ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di menara gading, tetapi harus memberi manfaat nyata, termasuk menjawab tantangan global seperti perubahan iklim, keberlanjutan sumber daya, dan kesenjangan sosial,” ujarnya.
Guru besar, menurut Rektor UMB, harus menjadi mercu suar yang menerangi jalan di tengah samudra luas perkembangan ilmu pengetahuan. Lebih jauh, guru besar juga dituntut berperan sebagai penunjuk arah—seperti GPS—bagi generasi penerus, masyarakat, dan bangsa.
“Cahaya mercu suar itu tidak boleh hanya menyinari dunia akademik. Ilmu pengetahuan harus relevan, aplikatif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam menjawab isu-isu global seperti perubahan iklim, keberlanjutan sumber daya, dan kesenjangan sosial,” ujar Andi.
Upacara pengukuhan turut dihadiri Ketua LLDIKTI III, Henri Togar Hasiholan Tambunan, pengurus Yayasan Menara Bhakti, senat, serta sivitas akademika UMB. (Z-1)
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Prof. Nurhayani Saragih mengukuhkan diri sebagai pakar di bidang Komunikasi Digital Antarbudaya, sementara Prof. Augustina Kurniasih mendalami bidang Manajemen Keuangan.
DOSEN dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi serta Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana berkolaborasi dengan pelaku seni Benni Krisnawardi dan Firman Hidayat Mahmud.
Mahasiswa FIKOM UMB melakukan pendampingan langsung kepada para pedagang melalui edukasi mengenai produksi konten foto dan video promosi di media sosial
Perempuan bukan sekadar figur pasif dalam sejarah seni, melainkan pusat resonansi estetika dan pemikiran
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset pada 2026 hingga Rp12 triliun. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor, presiden minta kerja sama dengan BRIN
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset mencapai Rp12 triliun pada 2026. Itu disampaikan di hadapan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor dari berbagai perguruan tinggi
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan akan menambah dana riset hingga pada 2026 mencapai Rp12 triliun. Hal itu disampaikan presiden di hadapan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor
Prof Sri Yunanto memaparkan visi besar Indonesia pada satu abad kemerdekaannya. Ia menetapkan sejumlah indikator utama yang menjadi syarat mutlak terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Permendiktisaintek 52/2025 dibuat untuk memberikan kepastian hukum agar profesi, karier, dan penghasilan dosen dalam satu kerangka kebijakan yang terpadu.
PEMERINTAH akan melakukan audit lingkungan terhadap lebih dari 100 unit usaha di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh sebagai bagian dari evaluasi persetujuan lingkungan pascabencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved