Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT yang ditetapkan menjadi pandemi memiliki sedikitnya 3 syarat dan cacar monyet tidak memilikinya. Hal itu dikemukakan oleh Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama dalam keterangannya, Senin (23/10).
Ia menjelaskan, tahap pertama jika ada penyakit yang berpotensi menular antara negara maka WHO akan memasukkannya ke dalam Disease Outbreak News (DONs).
Sejak Agustus 2023 sampai hari ini ada berbagai penyakit yang perlu diwaspadai dan oleh WHO dimasukkan dalam DONs dan tidak ada penyakit cacar monyet atau mpox di dalamnya.
Baca juga : WHO: Cacar Monyet Bukan lagi Darurat Kesehatan Global
"Walaupun ada peningkatan laporan kasus di Jakarta, hingga kini ada 7 kasus. Sehingga pada situasi sekarang maka mpox tidak masuk WHO Disease Outbreak News, artinya secara global belum masuk penyakit yang berpotensi menyebar luas antara negara," kata Tjandra.
Pada tahap kedua, sesudah masuk DONs dan terus berkembang maka WHO akan menyatakannya sebagai kedaruratan kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Mpox memang pernah dinyatakan sebagai PHEIC pada 23 Juli 2022.
Namun setelah hampir satu tahun penanganan intensif di dunia maka situasi kesehatan masyarakatnya terkendali dengan baik, sehingga pada 11 Mei 2023 dinyatakan bahwa mpox bukan lagi masuk kategori PHEIC, atau kedaruratan kesehatan global mpox sudah dinyatakan berakhir.
Baca juga : PB IDI: 90% Penularan Cacar Monyet Melalui Kontak Seksual
"Walaupun bukan lagi berstatus kedaruratan kesehatan global maka tentu kita tetap perlu waspada terhadap mpox, sama seperti kita waspada terhadap berbagai penyakit menular lainnya," ujar Tjandra.
Mpox bukanlah penyakit baru. Data terbaru dari WHO tanggal 20 Oktober 2023 menunjukkan di dunia sudah ada 91.123 kasus cacar monyet di 115 negara di dunia.
Cacar monyet merupakan penyakit virus dari genus orthopoxvirus, yang terdiri dari 2 galur (clade) I dan II, dan yang sekarang banyak beredar di dunia adalah clade II b.
Baca juga : Bukan Penyakit Baru, Mitigasi Cacar Monyet Dinilai Tak Mendesak
Gejalanya adalah kelainan di kulit dan mukosa yang dapat terjadi sampai 2–4 minggu, diikuti dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, badan lemah dan pembesaran kelenjar getah bening. Sedangkan penularan terjadi akibat kontak langsung, baik dari orang yang sakit maupun juga dari bahan yang terkontaminasi dan mungkin juga dari binatang, jadi ini penyakit zoonosis.
"Akan baik kalau pada 7 kasus di Jakarta disampaikan juga pola penularannya sehingga mereka bisa terkenan penyakit ini, dan bagaiama penyelidikan epidemiologi (PE) selanjutnya," ungkapnya.
Pemerintah bisa melakukan kepastian diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan PCR pada kelainan di kulit pasien. Pasien biasanya ditangani secara suportif, walaupun di beberapa negara memang ada yang menggunakan obat tertentu, dan baik kalau kita diinformasukan jenis oba tapa yang diberikan pada pasien di Jakarta sekarang ini.
Baca juga : Kasus Ke-3 Cacar Monyet Ditemukan, Semuanya di Jakarta
"Vaksinasi dapat membantu mencegah terjadinya penularan, khususnya pada mereka yang termasuk kelompok risiko tinggi," pungkasnya. (Z-4)
BENCANA banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat benar-benar membawa luka mendalam dan dampak pada berbagai sisi kehidupan.
Ketua Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan India akan memberikan bimbingan teknis bagi program makan bergizi gratis atau mbg
Menurut Tjandra Yoga Aditama, terdapat sedikitnya tiga kemungkinan titik kritis yang dapat menjadi penyebab keracunan dan harus dianalisis secara mendalam.
Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa cacar monyet atau monkey pox (mpox) bukan lagi darurat kesehatan atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)
Ahli jelaskan Pentingnya Pemeriksaan Dahak Pasien TB yang Picu Kekerasan Dokter di RSUD Sekayu
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan pemberian tunjangan khusus kepada dokter spesialis, perlu diatur secara bijak. Jumlah itu bisa saja tak cukup
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved