Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA waktu ke belakang terjadi kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) sejumlah daerah. Pakar dan Praktisi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dari IPB University Arief Sabdo Yuwono mengatakan bahwa gas metan merupakan penyebab dari terbakarnya TPA. Ia menjelaskan bahwa TPA banyak menghasilkan gas metan yang mudah terbakar.
“Jadi, bila ada pemantik, bisa puntung rokok atau api kecil dari sumber manapun, gas ini langsung terbakar,” kata Arief saat dihubungi, Sabtu (21/10).
Karena itu, untuk mencegah terjadinya kebakaran di TPA, pengelolaan sampah harus dilakukan secara komprehensif. Salah satu solusinya ialah gas dari TPA dialirkan ke genset untuk produksi listrik.
Baca juga: Kebakaran TPA Rawa Kucing Kota Tangerang Semakin Membesar
“Bila terlalu mahal, gas tersebut langsung dibakar saja di tempat pengumpulannya. Tujuannya agar pembakaran jadi terkendali,” kata Arief.
Namun, bila solusi itu juga tidak memungkinkan, ia menyarankan agar pada permukaan tumpukan sampah di TPA dipasang pipa-pipa untuk melepas metan dari bagian bawah tumpukan sampah.
Baca juga: Kebakaran Gunung Sampah TPA Rawa Kucing Sebabkan Sesak Napas
“Sehingga metan terlepas secara bertahap tanpa timbul ledakan alias terhindar dari bencana kebakaran,” pungkas Arief.
Seperti diketahui, salah satu TPA yang mengalami kebakaran baru-baru ini ialah TPA Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Informasi terkini per Sabtu (21/10) pukul 12.00 WIB yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, tim gabungan masih berusaha melakukan pemadaman api. Sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dibantu oleh para relawan dan warga.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan, selain upaya pemadaman dan pembasahan oleh Dinas Kebakaran, tim gabungan juga membuat sekat bakar agar api tidak merembet ke lahan warga. Cuaca di lokasi kebakaran terpantau cerah dan berangin. Hal ini menjadi kendala tim dalam melaksanakan pemadaman.
“Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran TPA Tlekung. Lokasi TPA Tlekung jauh dari pemukiman warga dan sudah dilakukan sterilisasi wilayah oleh pihak terkait. Dinas terkait masih melakukan pendataan terkait penyebab kebakaran, dugaan sementara api berasal dari bawah lereng dan merembet ke sisi atas. Petugas juga masih mendata luasan lahan terbakar di TPA Tlekung,” pungkas Abdul. (Ata/Z-7)
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1) dini hari.
KEPULAN asap pekat masih membubung dari area pabrik sandal Swallow PT Garuda Mas Perkasa hingga Kamis (29/1) sore.
UPAYA pemadaman kebakaran hebat yang melanda pabrik karet PT Garuda Mas Perkasa, produsen sandal merek Swallow, belum sepenuhnya tuntas hingga menjelang siang, Rabu (28/1).
MENTERI Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH RI Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi langkah konkret PTPN IV PalmCo dalam mendukung program dekarbonisasi nasional
TEMPAT Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo, Jawa Tengah, terbakar, Sabtu (16/9) siang, setelah sempat mendapat peringatan dini BPBD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved