Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Baznas Kota Depok, Jawa Barat berkolaborasi menyelenggarakan pelatihan dan peluncuran program Z-Auto di Kota Depok, Jawa Barat. Z-Auto adalah program pemberdayaan UMKM di bidang usaha bengkel motor yang dikelola para mustahik binaan.
Pelatihan dan peluncuran program Z-Auto diselenggarakan di Kantor Baznas Depok, Selasa (10/10). Hadir dalam kegiatan ini antara lain Deputi 2 Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan M. Imdadun Rahmat, Sekretaris Daerah Kota Depok Supian Suri serta Ketua Baznas Depok Endang Ahmad Yani.
Dalam sambutannya, Imdadun Rahmat mengatakan, program Z-Auto merupakan salah satu upaya Baznas dalam meningkatkan ekonomi mustahik guna mencapai visi menyejahterakan umat. "Selain memberikan bantuan modal, B juga memberikan pelatihan dan pendampingan teknis secara berkala demi mendorong kemandirian ekonomi mustahik," jelasnya.
Sebelumnya, kata Imdadun, Baznas telah menginisiasi berbagai program lain seperti ZMart dan ZChicken yang telah berhasil membantu masyarakat prasejahtera untuk mandiri secara ekonomi. "Semoga dengan adanya bantuan Z-Auto, para penerima manfaat dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuannya akan naik. Dengan adanya gerai ini tentu bengkelnya akan lebih menarik bagi konsumen. Mudah-mudahan pemberdayaan ini dapat merubah mustahik menjadi muzaki," jelas Imdadun.
Di sisi lain, Sekda Kota Depok Supian Suri menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi Baznas kepada warga kota Depok. "Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan mustahik penerima lewat program Z-Auto, serta dapat menurunkan angka kemiskinan di Kota Depok," ujar Supian.
Sedangkan Ketua Baznas Kota Depok Endang Ahmad Yani berharap agar program ini dapat berjalan dengan baik dan dapat mengantarkan mustahik menjadi muzaki. (RO/R-2)
Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik.
Tidak lagi sekadar respons darurat yang bersifat sementara, zakat diarahkan menjadi pilar sistem perlindungan sosial umat yang bekerja secara lintas fase.
Negara ingin memastikan bahwa pemegang izin pengelolaan zakat adalah lembaga yang benar-benar bekerja, bukan sekadar entitas di atas kertas.
Zakat dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk bantuan langsung kepada mustahik, tetapi juga untuk kepentingan kemaslahatan umum dan pemulihan pascabencana.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Masjid Nurul Hidayah Kebayoran Baru Jakarta Selatan meluncurkan Program Sedekah Barang.
Baznas sukses menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang menghasilkan sembilan resolusi
MUI menetapkan fatwa program JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan sesuai prinsip syariah dan bisa dibiayai dengan dana zakat, infak, serta sedekah.
Wakaf produktif hadir sebagai solusi pembiayaan pendidikan berkualitas dan gratis, membangun peradaban unggul dan sejahtera bagi umat Islam.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut, tradisi berbagi yang menjadi ciri khas umat Islam berpotensi membebaskan sekitar dua juta lebih penduduk miskin mutlak di Indonesia.
Baznas gandeng IKA Unpad untuk meningkatkan potensi zakat, infak, sedekah (ZIS)
Baznas RI menerima penyaluran infak senilai Rp100 juta dari Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) untuk menyantuni anak yatim dan disabilitas binaan Baznas.
Potensi zakat, misalnya, mencapai Rp327 triliun per tahun, tetapi realisasinya masih jauh di bawah angka tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved