Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerja sama dengan Yayasan Berdaya Menembus Batas (YBMB) menggelar pelatihan kewirausahaan dinamis di Karawang pada Selasa, 3 Oktober 2023. Acara tersebut turut dihadiri oleh Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia.
Baca juga : Makassar Siap Sambut Peserta Forum Tingkat Tinggi ASEAN untuk Disabilitas
Program pelatihan bertajuk "Disabilitas Produktif: Batik Tuli Berdaya" ini bertujuan untuk memberdayakan penyandang disabilitas, khususnya yang memiliki gangguan pendengaran, dengan memberikan keterampilan kewirausahaan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen PT Permodalan Nasional Madani dan Yayasan Berdaya Menembus Batas dalam mempromosikan inklusivitas dan kemandirian ekonomi di kalangan penyandang disabilitas.
PNM sebagai lembaga pemberdayaan nasabah melalui pembiayaan dan pendampingan terus mendorong usaha ultra mikro agar naik kelas. Selain pemberian modal finansial, PNM juga berkomitmen memberikan modal intelektual dan sosial. Pemberdayaan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan nasabah terutama pada pembangunan ekonomi yang menciptakan multiplier effect terhadap pembangunan sosial dan pembangunan lingkungan.
Angkie menekankan pentingnya inisiatif semacam ini untuk membantu memberikan akses dan fasilitas bagi disabilitas agar bisa mandiri. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama antara PNM dan YBMB untuk memajukan kewirausahaan dan kemandirian diri di kalangan penyandang disabilitas. Menurutnya, para disabilitas juga memiliki hak yang sama untuk bisa produktif dan bersosialisasi di lingkungan masyarakat.
“Di balik keterbatasan pasti ada kelebihannya, sekarang tanggung jawab kita semua untuk bagaimana teman-teman tuli ini bisa mandiri, menghasilkan uang, mendapatkan ilmu yang banyak dan bisa selalu bersosialisasi di lingkungan sekitar,” papar Stafsus Presiden Bidang Sosial di Karwang, Selasa (3/10).
Pelatihan ini pun dirancang dan disampaikan menggunakan bantuan juru bahasa isyarat agar mudah dipahami oleh para peserta. Dengan mengajarkan tips dan trik sukses berwirausaha, termasuk merancang rencana bisnis, pemasaran digital, pemasaran produk, dan aspek-usaha membatik. Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi modal untuk mereka berani memulai usaha batik.
PNM tidak berhenti pada upaya memberikan pembiayaan dan pendampingan berkelanjutan sampai pada naik kelasnya usaha ultra mikro menjadi lebih berdaya. Pembiayaan dan pendampingan secara berkesinambungan inilah yang menjadi pembeda PNM dengan lembaga pembiayaan lain.
Acara yang berlangsung pada Jumat, 26 September 2025 ini juga sekaligus memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional yang diperingati setiap 23 September.
Program ini merekrut kalangan disabilitas menjadi afiliator tanpa modal melalui pelatihan vokasi dan pendampingan intensif penjualan online.
Peran dari masyarakat bisa membantu teman disabilitas untuk aktif di ruang dan kegiatan publik.
Berlangsung selama dua hari mulai Rabu (12/11), di komplek Media Group, Festival Setara dan Berdaya 2024 melibatkan lebih dari 400 penyandang difabel bersama komunitas pendukung mereka.
MENSOS Saifullah Yusuf bersama Stafsus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia membahas pertemuan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia dengan Presiden.
Angkie kehilangan pendengaran saat usianya 10 tahun, ini terjadi karena kesalahan penggunaan obat-obatan antibiotik saat malaria menyerang dirinya.
Fokus utama KND bukan sekadar pada perolehan medali, melainkan memastikan negara hadir dalam memberikan hak yang setara bagi atlet disabilitas.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Kisah Grisna Anggadwita menunjukkan bagaimana pemberdayaan dan pendekatan manusiawi membuka peluang ekonomi inklusif.
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved