Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
YUPI'S Good Talent, kompetisi anak-anak dan remaja berbakat di bidang seni, mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kemendikbudristek bakal melakukan akurasi atas ajang pencarian bakat tersebut.
"Dengan akurasi ini, jawara Yupi's Good Talent dapat memilih sekolah dan perguruan tinggi pilihan. Terbukti, selama empat tahun Yupi's Good Talent berjalan, sertifikat yang dikantongi jawaranya sudah digunakan untuk masuk sekolah-sekolah pilihan," ungkap Marketing Communication Manager PT Yupi Indo Jelly Gum Addyono H Koloway, di Jakarta, Sabtu (7/10).
Baca juga: FLS2N 2023 Ajang Tumbuhkan Kecintaan Terhadap Seni Dan Budaya Indonesia
Namun, lanjut dia, agar sertifikat Yupi's Good Talent diakui secara resmi, maka perlu diakurasi Kemendikbudristek.
“Rencananya kami akan bertemu lagi dengan Kemendikbudristek, apalagi sudah ada lampu hijau untuk akurasi ini, sehingga para talenta jebolan Yupi's Good Talent bisa mendapatkan tiket ke sekolah-sekolah pilihan. Selain itu, bisa mendapatkan beasiswa juga," kata Addyono.
Sebagai informasi, tahun ini ajang tersebut sudah memasuki tahun ke-4 sejak awal diselenggarakan. Tahun ini, acara yang diadakan PT Yupi Indo Jelly (Yupi) itu berhasil memilih 24 peserta terbaik pada grand final. Ke-24 peserta menjadi juara di setiap kategori yang dilombakan.
Sepuluh di antaranya tampil pada grand performance sebuah TV berskala nasional yang tayang 19 Agustus, 26 Agustus, dan 2 September lalu.
Mereka mampu menunjukkan bakat-bakat luar biasa, mulai dari menyanyi, menari, memainkan alat musik, dan bakat bidang seni unik lainnya.
Juri yang hadir ialah Komposer Purwacaraka, mantan penyanyi cilik Enno Lerian, penyanyi Widy AB Three, aktris Rachel Amanda, dan dibantu tim Purwacaraka Music Studio.
Baca juga: Rayakan 165 Tahun Sekolah Santa Ursula, Pentas Seni Revive to New Heights Digelar
Addyono melanjutkan sebagai salah satu event yang mendorong penampilan bakat terbaik, Yupi’s Good Talent mampu menyaring bakat unggulan taraf nasional dalam kategori anak-anak dan remaja.
Karena itu, event ini perlu dipertimbangkan sebagai wadah bagi anak-anak bertalenta yang akan menghadapi persaingan di dunia luar.
"Kami bangga dengan kesuksesan Yupi's Good Talent 2023. Acara ini jadi bukti anak-anak dan remaja kita memiliki bakat unik dan luar biasa."
"Kami berkomitmen terus mendukung mengembangkan potensi mereka hingga jadi prestasi tingkat nasional," ujar Addyono.
Ia menambahkan acara ini lebih dari sekadar kompetisi bakat, tapi juga menjadi tempat anak-anak dan remaja dapat menemukan kepercayaan diri, mengembangkan keterampilan, dan mengeksplorasi potensi sepenuhnya guna mengejar impian mereka dalam dunia seni dan hiburan. (RO/S-2)
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Selain AI, gim daring populer seperti Roblox dan Minecraft juga dinilai menghadirkan risiko karena anak-anak sering kali sulit membedakan antara dunia gim dan realitas.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Mengalihkan kebiasaan anak dari ketergantungan gawai ke aktivitas yang lebih produktif memerlukan pendekatan yang bersifat mengarahkan dan menginspirasi, bukan sekadar pelarangan.
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, sekitar 20,1% anak Indonesia berpotensi tumbuh tanpa pengasuhan ayah.
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Psikolog klinis ungkap alasan remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial. Ternyata terkait pencarian identitas dan hormon dopamin.
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Remaja yang aktif melaporkan kebaikan tercatat lima kali lebih empati, lima kali lebih prososial, dan hampir empat kali lebih tinggi dalam kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved