Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
DIDIRIKAN Valencia Mieke Randa pada 2014, Rumah Harapan Indonesia atau RHI sebelumnya menggunakan nama Rumah Harapan Valencia Care. Berada dalam naungan Yayasan Sahabat Valencia Peduli, RHI menjadi rumah singgah untuk anak-anak yang sedang menjalani pengobatan dengan penyakit berat tidak menular. Umumnya, pasien di RHI berasal dari keluarga tidak mampu yang berasal dari luar kota-kota besar di Indonesia.
"RHI didirikan sebagai rumah singgah bagi anak-anak dengan penyakit berat tidak menular, seperti kanker dan lainnya, yang sedang menjalani pengobatan. Sebagai pendamping dan persinggahan bagi mereka, kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik, termasuk kebutuhan sehari-hari. Semua yang kami siapkan telah melalui pemilihan yang cermat untuk memastikan keamanannya, serta hanya yang terbaik untuk menjaga kesehatan mereka," buka Valencia Mieke Randa dalam keterangan tertulis, Rabu (4/10).
Tak dipungkiri, anak-anak yang sedang menjalani perawatan memiliki kondisi kesehatan terganggu. Tak jarang pula, mereka mengalami sensitivitas dan penurunan daya tahan tubuh. Oleh karena itu RHI sangat memperhatikan yang mereka konsumsi. "Merupakan tanggung jawab kami untuk memastikan semua (yang dikonsumsi) memenuhi standar kesehatan dan keamanan, termasuk air mineral. Kami banyak berkonsultasi dengan para ahli dan senang sekali saat menemukan Le Minerale yang kini menjadi bagian dari penyediaan air mineral di RHI," jelas Valencia.
Baca juga: Lamban Salurkan Santunan GGAPA, Kementerian Dinilai Abaikan Perintah Presiden
Valencia paham benar bahwa ada beberapa kriteria air mineral yang aman bagi anak-anak sakit dalam pengobatan dan tinggal di RHI, seperti harus mengandung mineral berkualitas dan kemasan aman bebas BPA (bisphenol A). "Selaku founder dan pengambil keputusan di RHI, saya paham bahwa memastikan kemasan bebas BPA sangatlah penting, khususnya bagi anak-anak penderita kanker. Oleh karenanya, kami sangat mengapresiasi komitmen Le Minerale yang memastikan kemasannya aman, bebas BPA. Inilah yang sangat kami butuhkan," ungkap Valencia lagi.
Bebas BPA seperti yang disampaikan Valencia ialah kemasan yang bebas dari kontaminasi senyawa kimia Bhispenol A (BPA) dalam kemasan makanan dan minuman. BPA dapat meresap pada makanan atau minuman yang ada pada wadah tersebut. Ketika BPA masuk ke tubuh manusia akan bertindak sebagai pengganggu hormon endokrin. Artinya, ia dapat merusak keseimbangan produksi, fungsi sekresi, transportasi, kerja, dan pembuangan hormon alami yang terdapat pada tubuh. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa kontaminasi BPA di dalam tubuh manusia dapat menimbulkan masalah kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang dapat terjadi, baik pada anak-anak, bayi bahkan janin.
Baca juga: Indonesia Target Hapus Total Penggunaan PCBs pada 2028
Oleh karena itu, bebas BPA menjadi keharusan bagi Valencia. Di RHI air mineral bukan hanya memenuhi kecukupan cairan, tetapi perlu dipastikan kualitas mineralnya yang baik untuk diberikan kepada anak-anak sakit di rumah singgah. "Kami yakin Le Minerale memiliki kualitas mineral yang baik dari rasa segarnya. Rasa segar ini membantu mengurangi rasa enek dan mual yang kerap dirasakan anak-anak dampingan Rumah Harapan Indonesia,"
tambahnya.
Sebagai informasi, saat tubuh mengalami infeksi, baik itu infeksi virus atau bakteri, sistem kekebalan tubuh akan terlibat untuk melawan patogen tersebut. Proses ini jugalah yang dapat menyebabkan perubahan pada sensitivitas lambung dan sistem pencernaan secara umum sehingga menimbulkan rasa mual setelah mengonsumsi air putih. Seperti yang diceritakan Valencia Mieke Randa bahwa tidak sedikit anak-anak di Rumah Harapan Indonesia yang merasakan mual atau muntah ketika mengonsumsi obat, dan air minum dengan mineral yang berkualitas efektif membantu mengurangi rasa mual ketika minum, dan juga membantu anakanak untuk minum lebih banyak agar kecukupan cairan tubuhnya terpenuhi. (Z-2)
Psikolog Sani B. Hermawan mendukung PP Tunas (PP No 17 Tahun 2025) sebagai langkah darurat melindungi anak di bawah 16 tahun dari kejahatan digital.
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Psikolog Michelle Brigitta membagikan tips mengatasi post holiday blues pada anak, mulai dari validasi emosi hingga mengatur ulang rutinitas harian.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved