Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITEKNIK Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang (Yo-Ma) kembali menggelar Millenial Agriculture Forum (MAF) Volume 4 Edisi 42, di Gedung Serbaguna Jurusan Pertanian, Yogyakarta, Sabtu (23/9). Tema yang diangkat dalam edisi ini ialah 'Membangun Wirausahawan Muda Pertanian'.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan masa depan pertanian ada di generasi milenial. "Banyak hal yang bisa digarap dari pertanian. Oleh karena, kita selalu berharap milenial yang terjun ke pertanian untuk selalu memperbarui diri dan menambahkan pengetahuan," kata Mentan.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, yang menghadiri langsung MAF, memberikan motivasi sekaligus kuliah umum kepada mahasiswa baru Polbangtan Yo-Ma, baik yang hadir fisik di ruang serbaguna maupun sekitar 1.000 partisipan yang hadir secara virtual.
Dedi mengatakan, pemuda merupakan andalan pembangunan, utamanya di bidang pertanian. "Pembangunan Pertanian di Indonesia harus diawali dari Pemuda, karena sejarah membuktikan bahwa bangkitnya peradaban dunia itu selalu diprakarsai oleh pemuda," ujar Dedi dalam keterangannya.
Ia berharap dari tangan pemuda, mahasiswa-mahasiswi Polbangtan dan PEPI lahir inovasi-inovasi yang dapat membawa perubahan dan kemajuan peradaban. "Kalian, para mahasiswa baru adalah andalan keluarga, andalan kampung halaman, bahkan andalan daerahnya. Oleh karena itu, tugas mahasiswa baru adalah membuktikan bahwa mereka adalah sebenar-benarnya andalan," katanya.
Baca juga: Kemenag Terbitkan 98.972 SK Inpassing Guru Madrasah Bukan ASN
Dedi menambahkan bahwa menempuh pendidikan di Polbangtan merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan baik. "Polbangtan ibarat kawah candradimuka, kalian akan ditempa dengan sebenar-benarnya. Karena pelaut ulung, pelaut handal, pelaut profesional, tidak lahir dari laut yang tenang, tapi dari laut yang penuh badai dan topan yang hebat," ungkapnya.
Menurutnya, melalui Polbangtan, akan terwujud SDM yang profesional dan berdaya saing karena tugas utama Polbangtan adalah menghasilkan alumni yang pencari kerja dan pencipta kerja berkualitas (qualified job seeker dan quaified job creator).
"Qualified job seeker berarti siap ditempatkan di segala lini dari hulu sampai hilir, qualified job creator berarti kreatif menciptakan peluang-peluang bisnis," pesan Dedi.
Pada akhir sambutan, ia berharap bahwa milenial harus dapat menjalin kolaborasi yang apik agar tercipta pertanian yang maju, mandiri, dan modern. "Ibarat timnas, untuk mencetak gol harus kerjasama dengan apik lini belakang, lini tengah dan penyerang harus saling dukung sehingga tercipta suatu gol," katanya.
Direktur Polbangtan Yo-Ma Bambang mengatakan MAF kali ini juga menghadirkan narasumber-narasumber andal dari praktisi dan akademisi. "Ada Profesor Irham dari UGM (Universitas Gadjah Mada), serta Ella Rizki dan Aprila Respati pengusaha muda pertanian komoditas semut dan peternakan," tandas Bambang. (RO/I-2)
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
KKN tematik ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu sosial.
Ketidakjelasan ini disebut menyebabkan warga negara tidak dapat memprediksi secara rasional apakah kritik atau pendapatnya dapat dipidana.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved