Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
ROTAVIRUS dikenal sebagai penyebab paling sering penyakit diare di kalangan bayi dan anak-anak. Gejala infeksi rotavirus umumnya muncul 2 hari setelah seseorang terpapar virus ini. Salah satu gejala yang paling sering terjadi adalah diare. Diare yang disebabkan oleh infeksi rotavirus dapat menyebabkan hilangnya cairan dari dalam tubuh dalam waktu cepat sehingga rentan menimbulkan dehidrasi.
Pada dasarnya, rotavirus adalah jenis virus yang dapat menyebar dan menular dengan mudah. Proses penularannya dapat terjadi melalui jalur fecal-oral, misalnya melalui kontak dengan tangan atau benda lain yang terkontaminasi feses yang mengandung rotavirus, lalu tidak sengaja masuk ke mulut. Selain itu, rotavirus yang keluar melalui feses penderita juga dapat mengontaminasi makanan, minuman, serta benda-benda di sekitar dengan mudah.
Baca juga: Diare Penyebab Kematian Tertinggi Anak setelah Pneumonia
Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyebaran rotavirus adalah sebagai berikut:
Baca juga: Seluruh Bayi akan Mendapatkan Imunisasi Tetes Rotavirus
Gejala infeksi rotavirus ini biasanya muncul 2 hari setelah penderita terpapar. Adapun sejumlah gejala awal dari infeksi rotavirus adalah:
Selain itu, diare berkepanjangan akibat infeksi virus ini juga cenderung berisiko menyebabkan dehidrasi, terutama jika dialami oleh anak-anak. Adapun gejala yang dapat muncul bila anak mengalami dehidrasi adalah:
Bila dialami orang dewasa, gejala infeksi virus ini biasanya cenderung lebih ringan dibandingkan anak-anak. Pada beberapa kasus, infeksi rotavirus tidak menimbulkan gejala pada orang dewasa. Jika bergejala, berikut adalah sejumlah tanda-tanda terjadinya infeksi rotavirus pada orang dewasa.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi penyebaran infeksi rotavirus, yaitu:
Pengobatan infeksi rotavirus tergantung pada gejala, usia, dan riwayat kesehatan pasien. Pada kondisi yang ringan, infeksi rotavirus bisa sembuh dengan sendiri dalam waktu 3 sampai 7 hari.
Sampai saat ini belum ada antivirus yang secara spesifik bisa mengatasi infeksi rotavirus. Pengobatan umumnya ditujukan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.
Jika gejala yang dialami tidak parah dan anak atau penderita masih bisa makan dan minum, dapat dilakukan perawatan secara mandiri di rumah, yaitu dengan :
Penting untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Salah satunya dengan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat penderita infeksi rotavirus, termasuk setelah mengganti popok bayi. (Z-3)
Penyebab utama diare ini terjadi karena masuknya kuman yang akan mengganggu aktivitas organ pencernaan. Diare ini dapat disembuhkan dengan beberapa pengobatan.
Bahwa ada banyak faktor yang dapat menyebabkan diare, seperti infeksi virus, alergi makanan, intoleransi laktosa, hingga efek samping dari obat-obatan.
Program ini merupakan bentuk edukasi untuk masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengobatan masalah kesehatan seperti diare dan sakit maag di saat perjalanan mudik.
Mencret-mencret saat mudik nanti bukannya sampai kampung halaman, malah mesti ke rumah sakit karena diare.
Banjir yang melanda Jakarta telah surut, tetapi ancaman penyakit masih mengintai.
Diare yang tidak ditangani dengan segera bisa memicu berbagai kondisi berbahaya, mulai dari dehidrasi berat hingga gagal ginjal pada anak.
Mitos seputar pemberian MPASI itu mulai dari pemberian madu untuk anak yang baru lahir, hingga larangan pemberian MPASI bertekstur hingga anak tumbuh gigi.
Studi terbaru ungkap lebih dari 17 juta bayi lahir dari fertilisasi in vitro (IVF) sejak 1978.
Susu formula harus diberikan kepada bayi yang mengalami kelainan metabolisme bawaan atau kelainan genetik yang menyebabkan dirinya tidak bisa mencerna ASI.
Penyakit Respiratory Syncytial Virus (RSV) kini menjadi perhatian utama dunia kesehatan. Walau sering dianggap sebagai flu biasa, RSV menyimpan potensi bahaya serius.
Lonjakan kasus Respiratory Syncytial Virus (RSV) memicu kekhawatiran di kalangan medis, khususnya karena virus ini menyerang kelompok paling rentan: bayi dan lansia.
Bingung puting bisa berpotensi menyebabkan masalah termasuk salah satunya menurunkan produksi ASI yang padahal masih dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang bayi usia 0-6 bulan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved