Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

IDAI Jelaskan Penyakit  yang Rentan Diderita Anak saat Bencana Banjir

M Iqbal Al Machmudi
01/12/2025 19:10
IDAI Jelaskan Penyakit  yang Rentan Diderita Anak saat Bencana Banjir
Petugas membantu evakuasi warga saat limpahan banjir bandang di kawasan Pasar Baru, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025)( ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/sgd)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan penyakit yang rentan dialami anak pascabencana. Ketua Satgas Penanggulangan Bencana IDAI, Kurniawan Taufiq Kadafi menyebutkan sejumlah penyakit yang berisiko dialami kelompok rentan seperti anak-anak saat bencana atau di pengusian.

"Ketika terjadi bencana banjir akan berisiko untuk mengalami beberapa masalah, seperti penyakit diare, demam berdarah, leptospirosis, infeksi pada sistem saluran pernafasan, belum lagi kesulitan air bersih yang bisa dialami siapa saja terutama anak-anak," kata Kurniawan dalam konferensi pers secara daring, Senin (1/12). 

Selain problem fisik, ia mengatakan hal lain yang harus diantisipasi ialah masalah kesehatan mental. Sebab, hal ini amat terkait dengan tumbuh kembang anak-anak. 

Ia lebih jauh menjelaskan anak-anak yang terlalu lama di posko pengungsian, rentan menjadi korban kekerasan.

Di kesempatan yang sama Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso mengatakan anak-anak bisa mengalami trauma, ketakutan, cemas, bahkan mimpi buruk saat bencana terjadi.

Ia mengatakan mengajak mereka bermain atau aktivitas yang menyenangkan dapat membuat anak-anak santai sejenak. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan misalnya menggambar.

"Selain itu, tentu saja pastikan anak-anak bisa mendapatkan makanan yang bergizi, air bersih yang aman. Karena saya kira anak-anak ini rentan, termasuk juga rentan terhadap penyakit menular di pengungsian. Biasanya di pengungsian itu ada penyakit campak yang mudah sekali bisa menyebar kemana-mana," ungkapnya. 

Ia juga menyarankan imunisasi dilakukan apabila memang perlu dilakukan. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik