Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MAJELIS Hukama Muslimin (MHM) kembali hadir dalam Islamic Book Fair (IBF) dI Jakarta, 20-24 September 2023. Anggota Komite Eksekutif MHM, Dr TGB M Zainul Majdi mengatakan pihaknya telah membuat stan khusus nomor 117, 118, 123, dan 124 dalam pameran buku keislaman tersebut.
Menurutnya, MHM siap memamerkan ratusan buku yang membahas tentang isu-isu aktual penting yang relevan dengan konteks kehidupan masa kini, baik di Indonesia maupun global. "Buku-buku terbitan MHM banyak yang bertemakan toleransi, koeksistensi, hingga ancaman perubahan iklim," ujarnya, Selasa (19/9).
"MHM terus berpartisipasi dalam Islamic Book Fair di Indonesia untuk ikut mempromosikan perdamaian, mengkonsolidasikan nilai-nilai dialog dan toleransi, dan membangun jembatan kerjasama antar manusia dari berbagai ras dan keyakinan," lanjut TGB sapaan akrab TGB M Zainul Majdi.
Sejumlah buku terbitan MHM yang akan dipamerkan antara lain Buku "Al-Qawl al-Thayyib" karya Imam Akbar, Prof. Ahmed Al-Tayeb, yang merupkan Grand Syekh Al-Azhar dan Ketua MHM. “Buku ini berisi pesan-pesan keagamaan, toleransi, koeksistensi, persaudaraan manusia,” sebutnya.
Ada juga buku "Al-Imam wal Baaba wa al-Thariiq al-Shu'b: Syahaadah 'Ala Miiladi Watsiqah al-Ukhuwwah al-Islaamiyah" karya Kanselor Mohamed Abdel Salam, Sekretaris Jenderal MHM.
Buku ini menjelaskan perjalanan panjang proses penandatanganan "Piagam Persaudaraan Kemanusiaan untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama". Piagam yang menjadi bokumen bersejarah ini ditandatangani oleh Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus dan Imam Akbar Ahmed al-Tayyib di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, awal Februari 2019.
“Edisi terjemah bahasa Indonesia untuk dua buku ini, baik Al-Qawl al-Thayyib maupun Al-Imam wal Baaba, akan segera terbit. Pada kesempatan IBF 2023 ini kami masih cetak secara terbatas,” ujar TGB M Zainul Majdi.
Sejumlah buku penting lainnya yang ada di stan Pameran MHM pada IBF 2023 antara lain Al-Fataawa wa Dhawaabithuha wa Masuuliyyatul Mufty wal Mustafty karya Prof. Dr. Ahmed Ma'bed Abdel Karim, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar. Kemudian Qawlun fit-Tajdiid karya Prof. Dr. Hassan Al-Shafei, anggota MHM.
Buku berjudul Al-Hub fil-Quranil Kariim karya Pangeran Ghazi Al-Hashimi, anggota MHM, Al-Luma’ fi Ar-Raddi ‘alaa Ahli Az-Zaighi wal Bida’i karya Syekh Al-Imam Abi Al-Hasan Ali bin Ismail Al-Asy’ari
Hadir juga buku Manahij Al-Tafkiir fil 'Aqiidah karya Imad Khafaji, dan buku Al-Fikru Al-Diny wa Qadhaya al-'Ashr karya Prof. Dr. Mahmoud Hamdi Zaqzouq, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar, dan anggota MHM
Diskusi dan Bedah Buku
TGB M Zainul Majdi menambahkan MHM pada Islamic Book Fair tahun ini juga akan menyelenggarakan serangkaian diskusi dan bedah buku. Bedah buku akan digelar pada 21 September 2023, Pukul 15.30-16.30 WIB, di panggung utama IBF, membahas karya terbaru pendiri dan anggota MHM, Prof. Dr. M Quraish Shihab, MA, berjudul “Islam dan Politik”.
baca juga: Belajar Toleransi dari Al-Quran dan Teladan Nabi
Buku ini menjelaskan sekian catatan penting praktik politik Nabi Muhammad Saw, antara lain bahwa tujuan politik Rasulullah bukanlah untuk meraih kekuasaan.
“Kami akan menggelar bedah buku Islam & Politik: Perilaku Politik Berkeadaban karya Prof Quraish. Buku ini sangat relevan dengan konteks Indonesia saat ini yang sedang menyongsong Pemilu 2024. Selain penulis, hadir sebagai pembedah Lukman Hakim Saifuddin (Menag 2014 – 2019) dan Prof Abdul Mu’ti selaku Sekum PP Muhammadiyah,” jelas TGB.
Masih di panggung utama IBF 2023, MHM juga akan menggelar diskusi tentang ‘Agama dan Perubahan Iklim’, sekaligus bedah buku ‘Generasi Terakhir: Aktivisme Dunia Muslim Mencegah Perubahan Iklim Dan Kepunahan Lingkungan Hidup’. Jumat, 22 September 2023, Pukul 10.15-11.30 WIB.
Hadir sebagai narasumber, TGB. Dr. M. Zainul Majdi, MA, Anggota Komite Eksekutif MHM Pusat; dan Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, penulis buku sekaligus Ketua Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional Jakarta. Selain di panggung utama, MHM juga menggelar diskusi dan bedah buku di stan pamerannya yang berada di hall Mekkah. (N-1)
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Dengan integrasi ini, para pelaku bisnis tidak hanya mendapatkan akses pasar, tetapi juga ruang untuk pertukaran pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor yang lebih efisien.
Melalui pameran seni bertajuk Prosperous Horse Year, publik diajak merayakan pergantian tahun melalui deretan karya patung dan lukisan yang sarat akan makna optimisme.
Pasar barang mewah sekunder di Indonesia menunjukkan dinamika yang kuat.
Sejak pekan pertama Desember 2025, pameran ini telah menyambangi tiga titik pusat keramaian di Jakarta, yakni Masjid Istiqlal, Stasiun Tanah Abang Baru, dan berakhir di Ragunan.
Tahun 2025 menjadi tahun gemilang bagi reputasi akademik ITB.
MUSEUM Macan mempersembahkan Uma, karya terbaru untuk Ruang Seni Anak, yang dikembangkan oleh Ibu Arsitek, sebuah kolektif arsitek perempuan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved