Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim Kolaboratif Pengabdian dari Magister Pendidikan Bahasa Indonesia dan Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), melakukan pelatihan ke Desa Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (16/9).
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Miftahulkhairah Anwar mengungkapkan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat terkait penulisan dan penjelajahan budaya di sekitar mereka. Diharapkan, dengan bekal ilmu tersebut, nantinya masyarakat bisa memanfaatkan secara maksimal desa mereka yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata.
“Program pengabdian ini mencakup dua kegiatan besar, yaitu lokakarya kepenulisan kreatif bagi siswa dan guru SMK Ar Rahma, serta pelatihan multimedia dan literasi digital. Semua itu dimaksudkan untuk mempromosikan Desa Cidahu sebagai desa pariwisata,” ujar Miftahulkhairah melalui keterangan tertulis, Minggu (17/9).
Baca juga: Gandeng Desa Banaran, Universitas BSI Raih Hibah Matching Fund 2023
Di tempat yang sama, Kepala sekolah SMK Ar Rahma, Erli Megawati, mengaku sangat senang dengan kunjungan tim pengabdian FBS UNJ. ia mengatakan para siswa-siswi menjadi lebih termotivasi untuk menulis.
Setelah hadir di SMK Ar Rahma, Tim Kolaboratif FBS UNJ berkunjung di Serambi Edukasi Cidahu dan menggelar pelatihan multimedia dan literasi digital.
Baca juga: 8 Politeknik Negeri Indonesia Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Tiongkok
Pelatihan multimedia dan literasi digital difokuskan pada pembuatan produk yang berbasis desain. Diharapkan dari pelatihan tersebut, generasi muda Desa Cidahu dapat membuat produk desain secara produktif untuk menyosialisasikan keindahan desa mereka.
Adapun, Tim kolaboratif pengabdian terdiri dari beberapa dosen FBS UNJ, yakni Miftahulkhairah Anwar (Tim Pengabdian S-2 Pendidikan Bahasa Indonesia), Helvy Tiana Rosa (Tim Pengabdian S-1 Sastra Indonesia), Venus Khasanah (Tim Pengabdian S-1 Sastra Indonesia), dan Asep Supriyana (Tim Pengabdian S-1 Sastra Indonesia).
Selain itu, ada dua mahasiswa pascasarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FBS UNJ, yaitu Iqbal Ifada dan Bagus Sulistio, yang turut berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program tersebut. (Z-11)
Bangunan rumah yang dulu jadi tempat, berlindung, kini hanya menyisakan kenangan dan puing-puing.
Masyarakat bisa menghubungi layanan call center atau komunikasi khusus pada nomor 085775211755. Operator nomor tersebut nanti akan memandu masyarakat yang memerlukan bantuan.
Wakaf yang dikelola secara profesional dan produktif akan memberikan dampak jangka panjang.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
Arus deras aliran sungai mengakibatkan bendungan tergerus hingga akhirnya jebol. Luapan air merendam puluhan hektare lahan sawah di Sukabumi.
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved