Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PANJANG umur, sehat, dan bahagia adalah 3 hal yang menjadi impian banyak orang. Walaupun umur tidak dapat diprediksi, mensyukuri nikmat hidup saat ini adalah salah satu cara untuk lebih menghargai hidup dan lebih bahagia.
Sedangkan untuk tetap sehat dan panjang umur, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan dan jadikan kebiasaan.
1. Konsumsi makanan rendah lemak jenuh
Baca juga: Kematian akibat Virus Dengue Terus Meningkat
Umumnya, orang yang berusia panjang mengonsumsi makanan rendah lemak. Mereka juga tidak mengonsumsi gula rafinasi. Sebaliknya, mereka minum air, atau susu rendah lemak, dan mengonsumsi banyak buah dan sayuran hijau yang belum diolah.
2. Tidur yang cukup
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tidur malam yang nyenyak dapat menurunkan tekanan darah, dan juga meningkatkan sistem kekebalan, membuat tubuh lebih mampu melawan infeksi.
Baca juga: Orangtua Harus Konsisten Batasi Screen Time Anak
Satu studi menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam semalam memiliki peningkatan risiko stroke. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa kurang tidur mempengaruhi otak, kurang konsentrasi, dan lain sebagainya.
3. Olahraga
Banyak penelitian mengaitkan kurangnya olahraga dengan penambahan berat badan dan masa hidup yang lebih pendek. Pakar umur Panjang Dan Buettner mempelajari orang tua di Pulau Ikaria, Yunani yang pria Ikaria cenderung berusia panjang usia 90-an. Mereka ternyata berolahraga cukup banyak karena mereka selalu berjalan kaki kemanapun mereka pergi.
4. Menjaga kehidupan sosial tetap aktif
Sebuah penelitian di Universitas Brigham Young, menunjukkan bahwa orang yang menikmati kehidupan keluarga yang dekat dan banyak teman, hidup lebih lama daripada orang yang kesepian.
Bersosialisasi tidak hanya memberi rasa keamanan, tetapi juga dapat mendorong perilaku sehat seperti berolahraga, makan dengan baik, dan menghindari kebiasaan merusak diri sendiri seperti mengonsumsi narkoba atau minum-minuman keras.
5. Tidak merokok
Sering merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol adalah kebiasaan yang kurang sehat. Berbagai riset telah membuktikan kaitan antara kedua kebiasaan tersebut dengan peningkatan risiko berbagai penyakit yang bisa memperpendak angka harapan hidup, seperti penyakit kardiovaskular, gangguan hati, kanker dan kerusakan pankreas.
Menghentikan kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol memang tidak mudah, tetapi tidak ada kata terlambat untuk melakukannya demi memiliki tubuh yang sehat dan jauh dari penyakit.
6. Menghindari stres berlebihan
Stres berkepanjangan yang tidak terkontrol lama kelamaan bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit, mulai dari penyakit jantung, stroke, diabetes, depresi, dan kanker. Oleh karena itu, kendalikanlah stres dengan baik dan jangan biarkan stres berlarut-larut.
Luangkanlah waktu untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan, baik sendiri, bersama teman, atau keluarga. Saat bekerja di kantor, rehatlah sejenak di meja kerja untuk mengistirahatkan otak.
7. Aktif bergerak
Rutin berolahraga dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, dan depresi. Selain itu, orang yang rutin berolahraga memiliki rata-rata umur yang lebih panjang dibandingkan orang yang tidak rutin berolahraga.
Untuk memperoleh manfaat ini, Anda disarankan berolahraga setidaknya 30 menit per hari. Jangan lupa untuk berkonsultasi dulu ke dokter untuk mengetahui jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda. (Z-1)
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Rasa gatal pada ibu hamil biasanya berpusat di area perut dan payudara.
Faktor pertama yang paling berpengaruh adalah perilaku pengemudi di balik kemudi. Gaya berkendara agresif menjadi musuh utama efisiensi baterai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved