Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH sampah menjadi perhatian para akademisi dan mahasiswa Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Ilmu Sosial (FEBIS) Universitas Matana dalam rangkaian acara FEBIS WEEK 2023 yang berlangsung 28 Agustus-2 September 2023.
Diskusi dan workshop dengan mengangkat tema tema Circular Economy dari Pengelolaan Sampah dengan Penerapan 3R menghadirkan pembicara Wistinoviani Adnin selaku Kepala Sub Divisi Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Wistinoviani Adnin menekankan bahwa pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) akan dihentikan pada 2030. Seluruuh rumah tangga harus mengurai sampah sendiri.
“Penguraian sampah bisa dimulai dengan hal-hal kecil seperti menguraikan sampah-sampah yang ada dalam rumah tangga,” kata Wistinoviani Adnin.
Belakangan ini sejumlah kota dihadang masalah sampah yang penyelesaiannya membutuhkan waktu lama. Seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan penutupan sementara TPA Piyungan dan di Bandung Raya adanya penutupan sementara TPA Sarimukti yang overload dan terbakar.
Bila sampah dari rumah tangga tidak diurai dan diolah sendiri, maka bisa menimbulkan bencana lingkungan karena bermunculan gunungan sampah dimana-mana.
baca juga: TPA Sarimukti masih Dikepung Asap Tebal, Api Baru Padam 35%
Dalam FEBIS WEEK 2023 juga digelar acara debat antarpelajar agar memunculkan semangat wirausaha. Debat dengan tema utama "Sustainable and Innovation Economy," di Tangcity Mall, Kota Tangerang secara rutin dilaksanakan, bertujuan untuk memunculkan semangat kewirausahaan, mengasah kemampuan berinovasi dan kemampuan berpikir kritis anak muda yang dimulai sejak jenjang SMK dan SMA.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Lulu Setiawati mengatakan pemilihan tema Sustainable & Innovation Economy ini menjadi bentuk dukungan atas komitmen pemerintah Indonesia dalam berkontribusi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Tema ini menjadi bentuk implementasi dari value Matana sendiri, yaitu sustainability dan entrepreneurship,” kata Lulu Setiawati dalam keterangannya, Rabu (6/9).
Selain debat Tourism Competition juga dilakukan kompetisi akuntasi yang diikuti oleh perwakilan dari SMA dan SMK di Tangerang dan Jakarta. (N-1)
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Langkah ini sejalan dengan arahan sistem pengelolaan sampah nasional, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sejak dari tingkat rumah tangga.
Pendekatan utama yang diusung adalah membangun model pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RT sebagai percontohan.
Selama dua bulan, sejak 10 Januari 2025 hingga 11 Maret 2025, proyek difokuskan di Banjar Pasedana. Di wilayah ini, terdapat 163 KK yang menjadi sasaran langsung edukasi.
Untuk memperkuat sistem ini, Pemda, Kementerian PU dan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) turut berperan aktif dalam berkolaborasi.
Kondisi geografis Cianjur yang luas dan beragam, meliputi wilayah urban, pedesaan, dan pegunungan, menyulitkan proses pengangkutan dan pengolahan sampah secara merata.
SAENGGOK Land fill atau tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Distrik Gangseo, Korea Selatan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana tempat pembuangan sampah diubah menjadi aestetik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved