Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang diluncurkan Kementerian Pariwisata pada 23 Januari 2025, berfokus pada kebersihan destinasi, sanitasi, dan toilet bersih, juga didukung para siswa SMA yang menciptakanmesin pemilah sampah berbasis kecerdasan buatan.
Mesin bernama Junkie’s itu diriset Ethan Purwohardono dari SMA Jakarta International School, serta anggota tim lainnya yaitu Joel Mulyadi dari SMA Penabur, Raja Mahesa siswa SMKN 1 Jakarta, Declan Lee dari ACS Jakarta, Dimas Kasfillah siswa SMAN 53 Jakarta, serta Atikah Aulia Zahrah dan Zavira Nabeel Bagaskoro, keduanya dari SMAN 53 Jakarta. Mereka tergabung dalam komunitas Karya Pelajar Mengabdi Bangsa (Komib).
Kisah tentang Junkie's itu dibagikan pada acara Charity Gala Wonderful Indonesia pada Minggu (23/3) di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta yang digelar para siswa SMA volunter Komib. Kegiatan itu diikuti 500 siswa SD hingga SMA Jabodetabek yatim piatu dan duafa.
Pada proses teknisnya, terlibat pula mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Mesin ini mampu mendeteksi dan memilah sampah secara otomatis agar masuk dan jatuh sesuai ke tempat sampah sesuai dengan tiga jenis sampah, yaitu sampah botol, kaleng, dan kertas.
Hingga kini Junkie’s telah memilah 1.200 liter sampah berjenis botol plastik, kaleng, dan kertas. Sampai saat ini mesin Junkie’s tersedia sebanyak dua unit yang berada di gedung Kemenpar dan gedung United Tractor.
"Gerakan wisata bersih memang bersifat kolaboratif, termasuk melibatkan dukungan dari komunitas pelajar ini," kata Asisten Deputi Bidang Penyelenggaraan Kegiatan (Event) yang juga Ketua Pembina Rohani Islam Kemenpar Reza Pahlevi.
Pada acara Charity Gala Wonderful Indonesia, para siswa melakukan kegiatan mewarnai aneka gambar bertema wisata air berkelanjutan, mendapatkan edukasi tentang kegiatan Komib terkait GWB, serta mendapatkan santunan dan berbuka bersama. (X-8)
Langkah ini sejalan dengan arahan sistem pengelolaan sampah nasional, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sejak dari tingkat rumah tangga.
Pendekatan utama yang diusung adalah membangun model pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RT sebagai percontohan.
Selama dua bulan, sejak 10 Januari 2025 hingga 11 Maret 2025, proyek difokuskan di Banjar Pasedana. Di wilayah ini, terdapat 163 KK yang menjadi sasaran langsung edukasi.
Untuk memperkuat sistem ini, Pemda, Kementerian PU dan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) turut berperan aktif dalam berkolaborasi.
Kondisi geografis Cianjur yang luas dan beragam, meliputi wilayah urban, pedesaan, dan pegunungan, menyulitkan proses pengangkutan dan pengolahan sampah secara merata.
SAENGGOK Land fill atau tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Distrik Gangseo, Korea Selatan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana tempat pembuangan sampah diubah menjadi aestetik
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved