Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi menyatakan hampir 70% kematian akibat kanker di dunia terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia karena didiagnosis pada stadium lanjut.
“Hal ini terjadi karena dua dari tiga pasien kanker di Indonesia didiagnosis pada stadium lanjut,” katanya dalam seminar berjatuk Precision Oncology Symposium: Addressing Diagnostic Gaps in Personalized Cancer Care oleh Roche Indonesia di Jakarta, Sabtu (27/8).
Padahal, Budi menuturkan, 30% sampai 50% kanker bisa diobati jika ditemukan di awal sedangkan kebanyakan pasien didiagnosis ketika sudah pada stadium akhir.
Baca juga : AI dapat Membantu Mempercepat Deteksi Kanker Payudara
Ia menjelaskan, diagnosis kanker yang terlambat salah satunya disebabkan oleh kurangnya jumlah dokter spesialis dan alat kesehatan yang menyebabkan antrian panjang dan waktu tunggu yang lama.
“Itu menyebabkan akses ke pelayanan rujukan kanker amat terbatas,” ujar Budi.
Baca juga : Penelitian: Perempuan Menunggu Sampai Benar-Benar Sakit Sebelum Berobat
Tak hanya itu, kemampuan tenaga kesehatan untuk mendiagnosis kanker juga belum optimal yang menyebabkan kurangnya kualitas pelayanan di rumah sakit.
Sementara itu, ia mengatakan pendekatan diagnosis kanker perlu mengikuti perkembangan teknologi terbaru karena pemeriksaan kanker berbasis genetik dapat membantu pemeriksaan kanker secara dini, akurat, dan tepat.
Pengembangan layanan precision medicine juga penting dalam mendeteksi risiko kanker secara dini, mendeteksi biomarker obat demi terapi yang presisi.
Namun upaya menanggulangi kanker secara masif dan terintegrasi memerlukan dukungan semua pihak dan peran dari organisasi profesi, swasta, dan organisasi masyarakat sebagai mitra.
“Pembangunan kesehatan nasional terus dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersama dalam menyehatkan bangsa,” katanya.
Salah satu contoh kanker paling umum dan mematikan adalah kanker paru-paru yang bertanggung jawab atas lebih banyak kematian dibandingkan gabungan kanker payudara, kolorektal, dan prostat.
Pada diagnosis kanker paru, pengambilan sampel kini dihadapkan pada serangkaian tantangan termasuk keterbatasan ketersediaan instrumen dan kurang optimalnya integrasi antar-disiplin ilmu yang relevan.
Konsultan Patologi Anatomi di RS dr. Sardjito mengatakan Didik Setyo Heriyanto mengatakan untuk meningkatkan efisiensi penanganan kanker paru dibutuhkan kolaborasi multidisipliner sejak fase awal.
Kolaborasi multidisipliner tersebut melibatkan para ahli dari bidang paru onkologi, patologi anatomi, dan radiologi onkologi untuk memastikan akuisisi informasi yang mendalam sekaligus optimasi dalam pengambilan sampel untuk evaluasi laboratorium.
Pendekatan kolaboratif ini berpotensi mempercepat hasil pemeriksaan, mengurangi durasi yang awalnya lebih dari dua minggu menjadi lima sampai 10 hari.
“Dengan kecepatan respons yang meningkat, pasien memiliki akses dini pada terapi target seperti EGFR, ALK, dan imunoterapi PD-L1, disamping pilihan terapi konvensional lainnya,” katanya. (Ant/Z-4)
Studi terbaru mengungkap obat diabetes seperti Metformin dan GLP-1 berpotensi memengaruhi sel kanker. Simak penjelasan ahli mengenai peluang pengobatan kanker masa depan.
Peneliti MIT dan Stanford kembangkan molekul AbLecs untuk menghancurkan sel kanker dengan menargetkan molekul gula (glikan) yang selama ini menghambat sistem imun.
MENGATASI kecemasan dalam proses pengobatan kanker bukan hanya merupakan pekerjaan rumah bagi individu dan komunitas penyintas yang memberi pendampingan bagi penderita.
Ilmuwan kembangkan terapi kanker inovatif pakai cahaya LED dan serpihan timah mikroskopis. Lebih aman, terjangkau, dan tanpa merusak sel sehat.
Peneliti temukan metode bernama histotripsy, yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghancurkan jaringan kanker tanpa pembedahan.
Cancer Information and Support Center Association (CISC) menilai pencegahan dan penanganan kanker di Indonesia masih menemukan tantangan.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved