Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGATASI kecemasan dalam proses pengobatan kanker bukan hanya merupakan pekerjaan rumah bagi individu dan komunitas penyintas yang memberi pendampingan bagi penderita, tetapi juga para pemangku kepentingan.
"Kami, para penyintas, sedang berjuang melalui berbagai diskusi untuk membuat rencana kerja nasional dalam upaya mengatasi berbagai permasalahan nonklinis, dalam hal ini permasalahan psikologis yang muncul dalam proses pengobatan kanker," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pada Seminar Kanker Payudara bertema Melepas Cemas, Menyambut Harapan Strategi Mental bagi Penyintas Kanker Payudara di Universitas Muria Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (19/10).
Hadir pada acara tersebut antara lain Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si (Rektor Univeristas Muria Kudus), H. Akhwan, SH (Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah), H. Mukhtamat, MH (Anggota DPRD Kabupaten Kudus), dr. Mustiko Wibowo (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus), Kuriake Kharismawan, S.Psi, M.Psi, (Psikolog Klinis), dan Cahyaning Puji Astuti (Ketua CISC Suluh Hati Semarang/Founder Miraculous Hypno Cancer).
Menurut Lestari yang juga penyintas kanker payudara, upaya mengatasi permasalahan nonklinis dalam pengobatan kanker harus menjadi perhatian bersama.
Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat upaya pendampingan psikologis dalam proses pengobatan kanker harus didorong untuk menjadi salah satu agenda prioritas untuk direalisasikan.
Karena, ujar Rerie, kerap kali kecemasan dialami penderita kanker saat menjalani pengobatan.
Padahal, jelas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah, munculnya cemas bagi penderita kanker bisa menjadi tambahan beban yang bisa memperparah dan menghambat proses pengobatannya.
Menurut Rerie, mengupayakan kualitas hidup yang baik dalam proses pengobatan merupakan faktor penting bagi keberlangsungan hidup penderita dan penyintas kanker.
Rerie berpendapat, upaya pendampingan psikologis sangat diperlukan sebagai bagian upaya meningkatkan kualitas hidup pasien kanker dan keluarganya.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap, masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat bersama-sama melakukan upaya pencegahan melalui memasyarakatkan deteksi dini kanker dan ikut mendorong perawatan paliatif dalam pengobatan kanker di tanah air. (*/I-2)
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat berharap momentum perayaan Natal di tengah situasi bencana dapat memperkuat nilai-nilai kebinekaan dan semangat gotong royong.
Permendikbudristek No. 55/2024 memberi ruang luas bagi perguruan tinggi untuk membangun lingkungan kampus yang sehat.
Maraknya pemberitaan di media massa terkait perundungan di lingkungan pendidikan harus segera direspons dengan langkah nyata.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa bela negara merupakan hak warga negara. Hal itu diwujudkan dalam upaya pembebasan sandera kelompok Abu Sayyaf di kawasan Filipina.
PEMBERDAYAAN perempuan melalui peningkatan keterampilan di sektor pertanian langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
NARASI kepemimpinan perempuan perlu direkonstruksi ulang sebab jalan perjuangan di berbagai bidang, termasuk perjuangan emansipasi, pendidikan, dan tantangan-tantangan yang dihadapi.
Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.
Berbeda dengan herediter, kanker familia terjadi bukan karena mutasi gen, melainkan karena anggota keluarga hidup dalam satu ekosistem yang sama.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
KECANTIKAN sejati bagi seorang wanita sering kali didefinisikan melalui pantulan cermin. Namun, esensi sebenarnya terletak pada pancaran empati dan kekuatan dari dalam hati.
Angka kematian akibat kanker di Indonesia tercatat masih 234.000 kasus tiap tahun, dengan kasus tertinggi kanker payudara yang menurut Globocan 2020 tercatat 66.000 kasus.
PENYANYI Alika Islamadina menerapkan pola hidup yang lebih sehat setelah menjadi caregiver (perawat) bagi ibunya yang mengalami kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved