Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengancam akan menutup pabrik bandel penyumbang emisi dan polusi udara terbesar di wilayah Jabodetabek. Menanggapi itu, Climate Impact dari Yayasan Indonesia Cerah Diya Farida mengungkapkan, hal itu merupakan perkembangan yang bagus. Namun, ia menegaskan agar jangan sampai ancaman Luhut itu hanya sebatas 'gertak sambal' semata.
"Sanksi baru bisa dilihat efektivitasnya jika betul-betul dijalankan dengan konsisten dan tanpa tebang pilih. Apabila hal itu tidak dilakukan, ya tentu ini akan cuma menjadi gertak sambal," kata Diya saat dihubungi, Sabtu (19/8).
Menurut dia, salah satu contoh aturan mengenai pengendalian polusi udara di Jabodetabek yang tidak berjalan efektif adalah uji emisi. Padahal, aturan itu sudah ada jauh sebelum isu polusi udara Jabodetabek ramai diperbincangkan.
Baca juga: Luhut Ancam Tutup Pabrik Bandel Penyumbang Emisi Besar Penyebab Polusi
"Jadi saya kira ini bergantung dari bagaimana implementasinya di lapangan. Sanksi bagi pelanggar di pabrik dan industri juga perlu dijalankan secara konsisten, jangan hanya menjadi ajang seremonial di saat isu tersebut ramai diperbincangkan," beber dia.
Menurut dia, sudah sepantasnya para pabrik yang melanggar aturan emisi diberikan sanksi. Pasalnya, selain transportasi dan kendaraan bermotor, pabrik dan industri serta PLTU batu bara adalah sumber polusi di Jabodetabek.
Baca juga: Rapat Polusi Udara, Bahas WFH Seluruh Kementerian
Selesaikan dari Hulu
Juru Kampanye Keadilan Perkotaan Greenpeace Indonesia Charlie Abajalil menilai, permasalahan polusi udara harus diselesaikan dari sumber masalahnya. Solusi jangka panjang dan kebijakan yang ambisius harus diambil jika tak ingin masalah ini berulang.
"Pemerintah harus melakukan inventarisasi emisi secara berkala, perketat standar pencemaran udara mengikuti ambang batas WHO, serta merancang sistem peringatan dini jika kualitas udara tercemar," beber dia.
Dengan begitu, menurut dia, dampak polusi udara dapat ditekan dan warga bisa mendapatkan hak untuk menghirup udara bersih.
"Kebijakan pemberian subsidi kendaraan listrik adalah solusi palsu. Subsidi tersebut sebaiknya digunakan untuk memperbanyak transportasi umum massal berbasis listrik, bukan kendaraan pribadi. Terlebih lagi sumber listriknya masih berasal dari energi fosil," pungkas dia.
(Z-9)
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengatakan, tingginya tingkat polusi udara di Jakarta membuat kesehatan masyarakat terganggu. Sekaligus menurunkan kualitas hidup warga.
Kemudian ada teknologi sensor supaya tahu kapan zona merah. Selain itu, ada truk embun sudah dilakukan di kota-kota Tiongkok.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya polusi udara merupakan langkah krusial dalam menekan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
BMKG mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, dalam siklus harian, konsentrasi PM2,5 tertinggi di wilayah DKI Jakarta ialah selepas malam hari hingga menjelang pagi hari.
Kualitas udara di Jakarta, Senin (14/10) pagi masuk urutan ke delapan sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
POLUSI di DKI Jakarta menimbulkan dampak kesehatan dan kerugian yang besar bagi masyarakat.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
PERMINTAAN global terhadap praktik produksi berkelanjutan terus meningkat. Karenanya, instalasi panel surya dipasang pada pabrik Aneka Rimba Indonusa di Gresik, Jawa Timur.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
TENAGA surya menjadi pilihan energi alternatif untuk mengurangi emisi karbon penyebab perubahan iklim. Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) salah satu pilihan terbaik.
Laporan Land Gap 2025 mengungkap banyak negara masih mengandalkan hutan dan lahan untuk memenuhi target iklim, alih-alih memangkas emisi fosil secara cepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved