Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi siap berkolaborasi menyemarakkan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-28. Hal ini disampaikan oleh Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat Ditjen Diktiristek Faiz Syuaib di sela-sela acara puncak peringatan Hakteknas ke-28 di Gedung BJ Habibie, BRIN, Jakarta, pada Kamis (10/8).
Pada kesempatan tersebut, Faiz mengungkapkan bahwa Kemdikbudristek dan BRIN sepakat berkolaborasi menyemarakkan peringatan Hakteknas ke-28.
“Hakteknas tahun ini Kemendikbudristek sepakat kolaborasi acara bersama dengan BRIN. BRIN mengelola berbagai kegiatan sebelum acara puncak, sedangkan Kemendikbudristek menyelenggarakan berbagai event pendukung setelah acara puncak,” ungkap Faiz dalam keterangannya, Jumat (11/8).
Baca juga: Melihat Peran Bea Cukai dalam Pameran Otomotif GIIAS 2023
Kegiatan yang akan diselenggarakan Kemendikbudristek antara lain Pameran Riset dan Inovasi Hakteknas Ke-28 2023 yang diselenggarakan 11-13 Agustus, Talkshow Pegiat Riset pada 12 Agustus, dan Forum Diskusi Pemangku Kepentingan di bidang Riset pada 14 Agustus.
Lebih lanjut Faiz menjelaskan, Pameran Riset dan Inovasi Hakteknas Ke-28 2023 akan menampilkan 109 produk-produk inovasi yang sudah teruji antara lain 27 produk inovasi di bidang pangan, 7 produk inovasi di bidang energi, 59 produk inovasi di bidang kesehatan, 7 produk inovasi di bidang kendaraan listrik, dan 13 produk inovasi lainnya.
Di Pameran Hakteknas 2023, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai talkshow menarik yang membahas perkembangan riset dan inovasi, talenta riset, implementasi proyek-proyek pengabdian kepada masyarakat, dan tema-tema lain yang relevan.
Baca juga: Teknologi Bantu Akselerasi Bisnis, Ini Keterampilan yang Perlu Dikuasai
“Kami undang masyarakat untuk menghadiri dan menyemarakkan Pameran Riset dan Inovasi Hakteknas Ke-28 2023 di Plaza Tenggara GBK pada 11-13 Agustus 2023. Kami akan tampilkan produk-produk riset inovasi kampus, talkshow, dan berbagai kegiatan menarik yang melibatkan masyarakat,” ajak Faiz.
Di momentum peringatan Hakteknas ke-28, Faiz juga mengajak insan pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualitas riset dan inovasi perguruan tinggi. Riset dan inovasi perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak positif dan menjadi solusi pemecah masalah di masyarakat.
“Marilah kita melakukan riset yang relevan dengan apa yang kita miliki, yang relevan dengan apa yang bisa kita hasilkan dari apa yang kita miliki, dan kita tingkatkan kualitas riset kita tidak semata-mata hanya untuk reputasi output semata," kata dia.
"Tapi riset yang bisa memberikan dampak. Untuk itu, riset harus didasari dengan ilmu pengetahuan. Riset itu harus berdampak, basisnya adalah knowledge dan hasilnya itu problem solving. Oleh karena itu riset dan inovasi harus berdampak kepada masyarakat,” tutup Faiz. (RO/Z-6)
Menurutnya, kepercayaan publik yang sudah terbentuk perlu dijaga agar tidak menurun di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan.
PENELITI BRIN NiLuh Putu Indi Dharmayanti, mengatakan penyakit zoonosis virus nipah (NiV) bisa saja terjadi di Indonesia karena ada banyak faktor pendorongnya.
BRIN menilai pendekatan kebijakan berbasis risiko menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara kontribusi ekonomi industri olahan tembakau dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Komisi X DPR RI mengapresiasi kinerja riset nasional tahun 2025 dan mendorong inovasi lebih membumi, termasuk penguatan peran teknologi dalam penanganan bencana
Ketika diuji di laboratorium pada sel kanker payudara, senyawa ini banyak masuk dan terakumulasi di sel kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen positif.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembangkan teknologi biosensing yang dinilai berperan strategis dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi analisis di bidang kesehatan.
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved