Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengungkapkan bonus demografi yang dicapai Indonesia pada 2045 harus dimulai dengan pembangunan keluarga. Indonesia diyakini bakal lebih siap menjawab tantangan era itu bila menerapkan formula tersebut.
"Pengelolaan bonus demografi yang paling efektif dan efisien adalah pembangunan keluarga. Negara yang fokus pada pembangunan keluarga, niscaya akan mudah menghadapi tantangan bonus demografi dan tantangan zaman lainnya," ungkapnya dalam Kongres Keluarga Indonesia (KKI) III PKS di Ruang Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (29/7).
Hidayat mengatakan mewujudkan Indonesia Emas 2045 harus dibarengi dengan mengelola bonus demografi. Jika gagal mengelola, maka Indonesia Emas terancam gagal terwujud.
Baca juga: Bonus Demografi Jadi Tantangan untuk Ekonomi Indonesia
"Oleh karena itu, PKS ingin membuat aliansi kolaboratif dengan semua elemen agar proses pembangunan bangsa ini dimulai dari fokus pembangunan keluarga," ujar Hidayat.
Wakil Ketua MPR itu menyadari masih adanya ancaman dan tantangan dalam pembangunan keluarga. Mulai dari tingginya angka stunting yang masih di atas 20 persen, perceraian, kekerasan terhadap perempuan hingga merebaknya penyakit menular karena perilaku seks bebas dan LGBT.
Baca juga: Demokrat dan PKS Yakin Pertemuan Anies-Susi bukan Pendekatan Cawapres
Hidayat mengajak seluruh elemen bangsa untuk mencegah dan menghentikan berbagai problematika dalam keluarga tersebut. PKS, kata dia, juga berupaya menekan masalah itu melalui divisi Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS.
"PKS sebagai bagian dari salah satu elemen bangsa tidak bisa sendiri dalam menghadapi tantangan keluarga. BPKK PKS memandang penting menjalin kolaborasi dengan semua elemen untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," ucap Hidayat. (Sru/Z-7)
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons mediasi Iran dan AS sejalan politik luar negeri bebas dan aktif.
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta merespons perkembangan kasus kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diduga melibatkan oknum anggota Bais TNI.
Tema Ramadan sebagai bulan kemanusiaan dipilih untuk menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah personal, tetapi juga penguatan kepedulian sosial.
PKS meraih penghargaan terbaik Indeks Integritas Partai Politik (IIPP) 2025 dari Kemenko Polkam dan BRIN dalam Rakor Evaluasi di Bali.
Politkus PKS itu mengeklaim, pihaknya selalu konsisten menyuarakan agar melepas saham di PT Delta Djakarta.
Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2. Pemerintah klaim ekonomi dan fiskal tetap kuat, defisit terjaga, Danantara dan MBG jadi tumpuan investasi.
Universitas Satya Negara Indonesia secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Yusriani Sapta Dewi, M.Si. sebagai Guru Besar Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik USNI.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Potensi bonus demografi 2045 terancam gagal total jika usia produktifnya lumpuh akibat utang dan mentalitas instan.
Generasi muda perlu ruang untuk kembali merumuskan harapan dan arah masa depan.
Jika bonus demografi ini bisa dikapitalisasi dengan benar, negara akan bisa melakukan saving dan reinvestasi setiap tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved