Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SELARAS dengan tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting untuk Indonesia Maju”, Nestlé Indonesia turut mendukung peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dengan menyelenggarakan seminar gizi.
Dalam seminar gizi dengan tema “Peningkatan Kapasitas Kader Kampung KB (Keluarga Berkualitas) sebagai Upaya Menuju Keluarga Bebas Stunting" dihadiri 100 kader Kampung KB, Kelompok Kerja, dan Tim Pendamping Keluarga dari empat Kampung KB di Kota Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel).
Seminar gizi ini menghadirkan para ahli sebagai narasumber yang terdiri dari Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta live cooking menu praktis sumber olahan protein hewani untuk penuhi gizi seimbang.
Baca juga: Harganas 2023, Ajinomoto dan BKKBN Dorong Gerakan Kembali ke Meja Makan
Peringatan Harganas merupakan agenda tahunan yang diusung oleh pemerintah dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup Indonesia. Tahun ini, pemerintah menunjuk Kabupaten Banyuasin sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan Harganas ke-30.
Komitmen Tingkatkan Kualitas HIdup Generasi Mendatang
Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu, menyampaikan, “Sebagai perusahaan Good Food, Good Life, Nestlé Indonesia berkomitmen menggunakan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang."
"Mewakili sektor swasta, kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat dan daerah untuk bergotong royong dalam percepatan penurunan angka stunting nasional," jelas Sufintri dalam keterangan pers, Rabu (12/7).
Baca juga: Harganas Ke-30, Tanoto Foundation Raih Penghargaan BKKBN
"Kami berharap seminar dan juga live cooking ini dapat menjadi bekal bagi para kader yang merupakan ujung tombak untuk meneruskan pengetahuan kepada para orang tua dalam menyiapkan asupan gizi yang baik bagi keluarga, sehingga dapat menuju keluarga bebas stunting,” jelasnya.
BKKBN Gelar Program DASHAT
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si, M.Eng menjelaskan, “Sejak 2021, BKKBN telah menyelenggarakan kegiatan inovatif yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas."
"DASHAT merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting, melalui pemanfaatan sumber daya lokal (termasuk bahan pangan lokal) yang dapat dipadukan dengan sumber daya atau kontribusi kemitraan lainnya," jelas Bonivasius.
Baca juga: Peringati Hari Keluarga Nasional 2023, BKKBN: Banyak Keluarga yang Belum Paham Stunting
"Maka dari itu, kita harus wujudkan DASHAT sebagai bentuk kepedulian antar sesama, kepedulian terhadap persiapan generasi berkualitas di masa datang, dan tentunya juga sebagai upaya peningkatan ekonomi keluarga," tuturnya.
BKKBN menyelenggarakan DASHAT di Kampung Keluarga Berkualitas sebagai aktivitas nyata dalam upaya pembentukan keluarga berkualitas.
Sampai Juni 2023, program DASHAT telah mencapai 3.530 titik. Kami berharap seluruh Kampung Keluarga Berkualitas dapat membentuk DASHAT.
Baca juga: Nestle Indonesia Gelar Festival Kesehatan
Pada 2022, Nestlé Indonesia bersama BKKBN menghadirkan program DASHAT di Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Karawang yaitu Desa Gintungkerta dan Kelurahan Karawang Kulon.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 untuk menurunkan angka stunting nasional, yang berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 berada di angka prevalensi 24,4%, dan ditargetkan turun menjadi 14 persen pada tahun 2024.
Percepatan penurunan angka stunting nasional membutuhkan sinergi dan kerja sama yang kuat antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
Kader Kampung KB Miliki Peran Penting
Hal yang sama juga disampaikan oleh Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Ali Khomsan.
Prof.Ali Khomsan mengatakan,“Para kader memiliki peran kunci dalam menyampaikan informasi tentang pentingnya gizi seimbang dan praktik kebiasaan baik kepada keluarga yang harus dilakukan sejak dini khususnya para ibu dengan menjaga asupan makanan mulai dari memenuhi kebutuhan gizi saat hamil."
"Maka dari itu, memberdayakan para kader merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman gizi di masyarakat," jelasnya.
"Dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki, mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam mendorong perubahan perilaku menuju pola makan yang sehat dan pencegahan stunting,” ujar Prof.Ali Khomsan. (RO/S-4)
Komunitas Ibu2Canggih sukses menggelar acara bertajuk Moms Gathering Special National Family Day pada Sabtu (28/6) di HeArt Space 2.0, Jakarta.
PEMERINTAH Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 di Grha Bung Karno, Kamis (25/7).
Pendidikan berkualitas diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan data, sekarang telah memasuki bonus demografi, dan berbagai persiapan perlu dilakukan agar saat generasi penerus ini bisa menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045.
KELUARGA merupakan unit terkecil dari komponen bangsa Indonesia. Namun demikian, masih banyak permasalahan yang meliputi keluarga, seperti stunting hingga masalah kekerasan.
PENJABAT (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan keluarga berkualitas.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Kaji Reka merupakan forum untuk mendiseminasikan berbagai hasil kajian dari daerah agar dapat diketahui masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved