Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ASAM urat, yang juga dikenal sebagai penyakit gout, adalah salah satu jenis peradangan pada sendi yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah.
Gejala asam urat umumnya mencakup nyeri yang tiba-tiba dan hebat pada area persendian, yang sering sulit dibedakan dengan rematik, kondisi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada otot atau sendi.
Selain rasa nyeri, penderita asam urat juga dapat mengalami sensasi panas dan pembengkakan pada sendi.
Baca juga : Penderita Asam Urat Wajib Hindari Makanan dan Minuman Ini
Asam urat umumnya lebih sering menyerang laki-laki berusia sekitar 30 tahun, sementara pada perempuan, penyakit ini cenderung muncul saat memasuki fase menopause.
Penyebab asam urat dapat melibatkan faktor genetik, cedera, konsumsi minuman manis atau alkohol, penggunaan obat-obatan, atau kondisi medis lainnya.
Secara alami, asam urat diproduksi oleh tubuh untuk memecah purin. Purin adalah senyawa alami yang memiliki beberapa fungsi penting dalam tubuh, mulai dari mengatur pertumbuhan sel hingga menyediakan energi. Setelah digunakan, tubuh seharusnya membuang asam urat melalui urin.
Baca juga : Cara Merebus Daun Salam untuk Obat Kolesterol dan Asam Urat
Namun, terkadang tubuh dapat memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal mengalami masalah dalam mengeluarkan asam urat dengan cukup. Hal ini menyebabkan penumpukan asam urat, yang membentuk kristal-kristal tajam seperti jarum di dalam sendi atau jaringan sekitarnya, yang pada akhirnya menyebabkan nyeri, peradangan, dan pembengkakan.
Gejala umum yang sering terjadi pada asam urat antara lain:
1. Menggunakan Obat Sesuai Resep Dokter
Baca juga : Ini Daftar Makanan Tinggi Purin, Pantangan bagi Penderita Asam Urat
Mengonsumsi obat asam urat sesuai dengan resep dokter adalah cara yang umum dan efektif untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah dan mengurangi gejalanya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep yang tepat dalam mengatasi gejala sakit asam urat.
2. Mengonsumsi Makanan yang Kaya Vitamin C
Makanan yang mengandung vitamin C dapat dikonsumsi untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah. Namun, perlu diingat bahwa suplemen vitamin C juga tidak boleh dikonsumsi sembarangan jika ada riwayat penyakit medis lain. Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai konsumsi vitamin C dan riwayat kesehatan tubuh Anda.
Baca juga : Jangan Sepelekan Gejala Asam Urat
3. Meningkatkan Asupan Air Putih
Minum air putih yang cukup dapat mengurangi pembengkakan pada sendi akibat asam urat. Selain air putih, Anda juga bisa mengonsumsi cairan bening lain seperti kaldu atau teh herbal. Namun, jumlah asupan air yang dianjurkan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda, dan konsultasikan dengan dokter ahli.
4. Menghindari Makanan Tinggi Purin
Baca juga : 15 Pesan Semangat untuk Peringati Hari Kanker Anak Sedunia
Menghindari makanan yang tinggi kandungan purin dapat membantu mengurangi risiko terkena asam urat. Makanan yang tinggi purin antara lain daging sapi, daging babi, daging rusa, jeroan, ikan sarden, ikan kod, kerang, dan remis. Jenis makanan ini merupakan pemicu asam urat, oleh karena itu perlu mengurangi dan menghindari konsumsinya agar gejala asam urat tidak semakin parah.
5. Melakukan Olahraga Teratur
Olahraga secara teratur dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Aktivitas fisik dan gerakan dapat mengurangi dan meminimalisir gejala asam urat. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak disarankan bagi penderita asam urat untuk berolahraga saat sedang mengalami serangan, karena hal ini dapat memperburuk nyeri pada sendi.
Baca juga : Ingin Tahu Vaksin Apa Saja yang Anda Butuhkan? Ingat Saja HALO
6. Mengelola Stres
Stres dapat memicu berbagai penyakit, termasuk meningkatkan risiko peradangan. Penting bagi penderita asam urat untuk menjaga diri agar tidak mengalami stres yang dapat memperparah gejala asam urat.
Untuk meredakan gejala asam urat, Anda dapat mencoba tips berikut:
Baca juga : Waspadai Diare selama Liburan
Untuk mencegah kambuhnya asam urat, Anda dapat mencoba tips berikut:
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
Mengonsumsi kedelai dan kacang-kacangan tidak meningkatkan risiko asam urat, bahkan bisa memberi efek perlindungan bagi tubuh.
Penelitian baru mengungkap ular dan reptil lainnya buang air dalam bentuk kristal, berpotensi mengobati penyakit asam urat dan batu ginjal pada manusia.
Ceker ayam lezat tapi berisiko jika dikonsumsi berlebihan. Ketahui bahaya, kandungan, dan tips aman agar tetap sehat tanpa kehilangan kenikmatan.
Tak hanya dari makanan, beberapa obat bisa memicu asam urat dan nyeri sendi. Kenali jenis obatnya agar lebih waspada dan konsultasikan ke dokter.
Saat ini, penjualan alat kesehatan rumah tangga di Indonesia tumbuh pesat dengan laju 13,6% per tahun, dengan glucometer menguasai lebih dari 40% pasar.
Asam urat tak hanya dialami orang tua, kini Gen Z juga berisiko. Pelajari 6 cara efektif cegah asam urat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved