Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sri Mulyani memastikan bahwa kebutuhan dana untuk melengkapi sarana dan prasarana BRIN akan terus terpenuhi, berapa pun jumlahnya.
"Jadi kita akan terus memantau kebutuhan, mulai dari pembangunan laboratoriumnya kemudian peralatannya. Tadi kepala BRIN menyampaikan ada peralatan yang mahal. Tidak ada masalah mahal atau gak mahal, itu butuhnya berapa dan yang paling penting bisa digunakan oleh para peneliti dan kemudian operasional dari penelitian," kata Sri di Cibinong, Jawa Barat, Rabu (5/7).
Adapun, pada 2022 pihaknya telah menggelontorkan dana sebesar Rp6,46 triliun pada BRIN dari APBN. Sementara realisasinya yakni Rp5,8 triliun.
Baca juga : BRIN Kucurkan Dana Riset Rp700 Miliar untuk Masyarakat Umum
Lalu pada 2022 ini pihaknya memberikan dana sebesar Rp6,66 triliun dan baru terealisasi sebanyak Rp1,7 triliun.
"Jadi kita berharap anggaran ini bisa terserap sampai akhir tahun," imbuh dia.
Selain itu, BRIN juga mendapatkan pendanaan dari surat berharga syariah negara (SBSN) untuk membangun fasilitas gedung penelitian dan laboratorium.
Baca juga : Resmikan Animalium BRIN, Megawati Harap Riset RI Lebih Terstruktur
Pada 2022, anggaran yang digelontorkan dari SBSN untuk pembangunan gedung ialah sebesar Rp1,17 triliun, sementara realisasinya adalah Rp957 miliar. Lalu tahun ini ada anggaran dari SBSN sebesar Rp519 miliar dan baru terealisasi sebesar Rp20 miliar.
"Sehingga kita meyakinkan bahwa anggarannya memadai. Tinggal sekarang organisasinya karena yang seperti Ibu Megawati sampaikan ini adalah penggabungan dari banyak sekali kegiatan kegiatan yang tadinya ada di kementerian/lembaga," ucap Sri.
"Kita harap organisasinya segera settle sehingga para peneliti betul betul bisa fokus menjalankan tugas penelitian sesuai dengan prioritas yang telah disampaikan Ibu Megawati tadi," pungkas dia. (Ata)
Baca juga : 65% Anggaran Riset untuk Biayai Manajemen, DPR: Prihatin!
SEPERTI hujan di tengah hari, ketika mendengar dilantiknya Prof Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko angkat bicara soal aksi unjuk rasa sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di depan Kantor BRIN, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Selasa (27/5).
Rencana efisiensi akan dilakukan antara lain untuk alat tulis kantor sebesar 90%, percetakan dan souvenir 75,9%, sewa gedung, kendaraan dan peralatan 73,3%, perjalanan dinas 53,9%.
Dunia profesional tidak hanya membutuhkan ijazah tapi juga keberanian, passion, kreativitas, inovatif dan adaptif untuk mengikuti perubahan dan perlu membentuk perbedaan.
Kerja sama difokuskan melalui pembiayaan dari pemerintah Indonesia melalui program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.
BRIN mempunyai fungsi sebagai funding agency dalam pelaksanaan riset dan inovasi di Indonesia, bukan hanya untuk peneliti BRIN namun dapat diakses oleh untuk masyarakat umum.
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset pada 2026 hingga Rp12 triliun. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor, presiden minta kerja sama dengan BRIN
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Proyeksi hingga 2040 menunjukkan Sumatera menjadi wilayah paling rawan terhadap cuaca ekstrem.
Keberadaan Arsinum sangat membantu warga yang kesulitan memperoleh air bersih dan air minum setelah bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved