Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Sepanjang enam bulan pertama di 2023, Indonesia dilanda 1.848 bencana. Jenis bencana terbanyak ialah hidrometeorologi seperti banjir.
“Tercatat jumlah kejadian ada 1.848 bencana,” tulis data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (1/7).
Secara rinci, BNPB mencatat banjir menjadi bencana terbanyak dengan 668 kejadian. Kemudian cuaca ekstrem 615 kejadian, tanah longsor 329 kejadian, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 188 kejadian, serta gelombang pasang dan abrasi 18 kejadian.
Baca juga: Wonogiri Alami Kerusakan Parah Akibat Gempa Bantul
“Gempa bumi 15 kejadian, kekeringan 13 kejadian, dan erupsi gunung api dua kejadian,” sambung BNPB.
Seluruh bencana itu mengakibatkan 156 orang meninggal dunia. Sebanyak 2.909.899 orang menderita dan mengungsi, 5.503 orang luka-luka, dan delapan orang hilang.
Baca juga: Hujan Guyur Depok, Ratusan Rumah Terendam Banjir
Bencana juga menyebabkan 19.966 rumah rusak. Terdiri dari 2.605 rumah rusak berat, 2.753 rumah rusak sedang, dan 14.608 rumah rusak ringan.
“Selanjutnya kerusakan terjadi di fasilitas pendidikan 214 unit, fasilitas peribadatan 203 unit, fasilitas kesehatan 37 unit, 58 perkantoran, dan 117 jembatan,” tulis data tersebut. (Z-11)
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved