Headline
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
GURU Besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Institut Pertanian Bogor Prof Ali Khomsan menyarankan untuk mengonsumsi buah segar sebelum menyantap menu daging untuk membantu menjaga kesehatan tubuh selama Idul Adha.
Menyantap buah sebelum makan daging membantu menyeimbangkan kandungan lemak yang tinggi dari menu Lebaran, terutama bagi penderita kolesterol, penyakit jantung, dan hipertensi.
"Meski Idul Adha identik dengan daging berlimpah, mohon tetap waspada dalam mengonsumsinya. Jangan berlebihan dan upayakan selalu tersedia sayur dan buah sebagai makanan penyerta," kata Ali, Kamis (29/6).
Baca juga: Masyarakat Indonesia Kurang Konsumsi Sayur dan Buah
Selain dapat menyeimbangkan kesehatan, mengonsumsi buah sebelum makan berat, kata Ali, dapat membuat perut merasa lebih kenyang. Jika perut kenyang, seseorang tidak berlebihan saat menyantap hidangan khas lebaran seperti gulai, opor, rendang, dan lain-lain.
"Makanan saat Lebaran umumnya padat kalori baik karena santan dan lemak," kata Ali.
Makanan penyeimbang terbaik saat Lebaran, kata Ali, adalah sayuran dan buah segar sehingga asupan serat, vitamin, dan mineral dapat menyeimbangkan makanan tinggi kalori itu.
Baca juga: Ini Cara Makan Buah yang Benar agar Manfaatnya Maksimal
Buah yang dia anjurkan dikonsumsi sebelum santapan berat adalah buah-buahan yang mudah ditemui seperti apel, pir, dan jeruk. Meski sederhana, buah tersebut mengandung nutrisi baik bagi tubuh.
Mengonsumsi satu buah apel setiap hari dipercaya dapat mengurangi asupan kalori sebanyak 15%. Bahkan buah itu mampu mengikat lemak dalam tubuh yang kemudian akan dibuang karena memiliki kandungan serat tinggi.
"Buah-buah tersebut awet dan mudah disimpan, juga sangat baik untuk tubuh. Buah dapat menekan asupan kalori dari makanan lebaran yang biasanya dikonsumsi pagi-siang-malam dan berhari-hari," kata Ali.
Anjuran mengonsumsi sayur dan buah, menurut Ali, adalah 400 gram sehari, atau setara dengan makan sayur sebanyak tiga kali ditambah dua buah ukuran sedang.
Sementara nasi atau karbohidrat, dianjurkan untuk tidak lebih dari 500-600 gram sehari dan lauk pauk menyesuaikan dengan rata-rata 60-80 gram per sekali makan.
"Bagi orang sehat, menyantap menu lebaran mungkin tidak timbul dampak berarti. Namun bagi penderita kolesterol, penyakit jantung, gula, dan hipertensi perlu hati-hati karena sangat mungkin terpicu kembali kambuhnya penyakit," pungkas Ali. (Ant/Z-1)
Pola makan sehat berperan penting dalam mendukung pemulihan pasien kemoterapi. Temukan 7 jenis makanan terbaik berikut.
Menjaga suhu minyak tetap pada kisaran ideal 175-190°C dapat membantu mencegah gorengan menyerap terlalu banyak minyak.
HIJRIAH Food Festival 2025 digelar dalam menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.
Proses menggoreng menghasilkan senyawa berbahaya, termasuk senyawa karsinogenik yang berpotensi meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Orangtua perlu memberikan contoh kepada anak dan menjelaskan pentingnya mengonsumsi makanan yang bergizi.
Pada makanan yang dimasak di rumah, setiap porsinya dapat ditakar sesuai kebutuhan. Hal ini berbeda dengan langsung menggunakan bumbu cepat saji.
Laporan 2025 Shopper's Guide to Pesticides in Produce mengungkapkan lebih dari 90% sampel buah dan sayuran mengandung sisa pestisida berbahaya.
Penyakit hati merupakan masalah yang terus berkembang, dan kondisi ini dapat disembuhkan dengan pendekatan yang tepat.
Buah berfungsi sebagai alat reproduksi tumbuhan dan menjadi sumber makanan penting bagi manusia karena kaya akan vitamin, mineral, serat, dan air.
Untuk menurunkan risiko kanker usus besar, menjaga pola makan sehat sangat penting, termasuk rutin mengonsumsi buah-buahan tertentu.
Diet sehat yang kaya serat dan nutrisi dapat melindungi tubuh dari pembentukan sel-sel kanker.
Vitamin C dikenal luas sebagai nutrisi penting untuk menjaga daya tahan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, dan merawat kulit.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved