Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Didik Suhardi mengatakan seiriing dengan finalisasi perumusan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Indonesia Emas 2025-2045 yang dirumuskan Kementerian PPN/Bappenas.
Oleh karena itu, Didik berharap masyarakat pendidikan harus memberikan masukan pada dokumen penting yang akan menentukan wajah pendidikan nasional 20 tahun ke depan ini.
“Pendidikan berbasis masyarakat atau swasta ini adalah mitra strategis pemerintah dan ini harus tercantum secara eksplisit di dalam naskah RPJPN Indonesia Emas 2045 ini,” tegas Didik.
Baca juga: Dikdasmen PP Muhammadiyah Desak Kemendikbudristek tuntaskan PPPK, Hindari Kebijakan Gimik yang Rugikan Guru
Pernyataan Didik Suhardi disampaikan pada Focus Group Discussion (FGD) yang bertema “Bagaimana Peran Pendidikan Berbasis Masyarakat dalam Rancangan RPJPN Indonesia Emas 2045” yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah di Jakarta, Rabu, 21.06.2023.
Menurut Didik, pemerintah harus memposisikan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat ini setara dengan sekolah madrasah dan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Indonesia Emas 2025-2045 Dapat Wujudkan Cita-Cita Besar Bangsa
Didik berharap RPJPN Indonesia Emas 2025-2045 ini dapat mewujudkan cita-cita besar bangsa yang ditandai dengan semakin sejahteranya masyarakat Indonesia adil dan makmur berkarakter dan keberadaban yang berkemajuan.
Hal ini tentu bukan suatu hal yang mudah karena RPJPN bukan hanya sekedar dokumen yang ditulis dengan kata-kata yang indah, tetapi harapannya akan menjadi acuan panduan kita bersama yang akan menjadi kunci dalam keberhasilan bangsa Indonesia.
Baca juga; Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah dan Institut Leimena Gelar Pelatihan LKLB Ke-10
Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib mengatakan bahwa pendidikan berbasis masyarakat sesungguhnya ini bukan hal yang baru karena Muhammadiyah sudah merintis jauh sebelum sebelum kemerdekaan dengan bersama unsur-unsur masyarakat lainnya untuk kepentingan rakyat Indonesia.
“Misalnya KH Dewantara dengan Taman Siswa yang memberikan perhatian pada pendidikan kebudayaan, Kyai Hasyim Asy'ari fokus pada pesantren, lalu Kyai Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah yang fokus pada pelayanan sosial dan pendidikan yang terintegrasi antara agama dan pendidikan umum," papar Irwan.
"Sayangnya setelah kemerdekaan, peran pendidikan masyarakat semakin terpinggirkan padahal negara tidak bisa bergerak sendiri. Pendidikan berbasis masyarakat adalah pemangku kepentingan terbesar dalam gerak laju pendidikan bangsa ini,” ujarnya.
Baca juga:
Menurut Irwan, unsur-unsur masyarakat lainnya seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), LP Ma’arif Nadhdlatul Ulama, Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara (HISMINU), Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia, Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) turut mengambil peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kita harus belajar dari negara-negara lain yang merdeka tidak jauh dengan kita sekarang sudah melesat luar biasa sudah hampir sejajar dengan negara Jepang dan Vietnam yang malah lebih belakangan kemerdekaannya dari kita mereka sudah punya mobil listrik dari 2017 dan perkembangannya luar biasa ini tentu merupakan pelajaran penting bagi kita,” tambah Irwan.
Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menyambut baik RPJPN ini yang dapat dipandang sebagai sebuah peta jalan pendidikan.
“Ini sesuai dengan aspirasi Aliansi Penyelenggara Pendidikan Indonesia (APPI) pada saat kita menolak RUU Sisdiknas yang disusun tidak partisipastif dan tanpa adanya peta jalan sebagaimana yang kami sampaikan pada Presiden Joko Widodo,” tegasnya dalam FGD yang dimoderatori Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Alpha Amirrachman ini.
Unifah juga memberikan ilustrasi bagaiman di tingkat pra-sekolah saja jumlah guru dan sekolah berbasis masyarakat jauh lebih besar dari sekolah negeri.
Baca juga: Kristen Muhammadiyah atau Muhammadiyah Kristen: Implikasi Makna Sebuah Istilah
Anggota Komisi X DPR Zainuddin Maliki meminta Mendikbudristek untuk menyelessaikan persoalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di mana ribuan guru terkatung-katung nasibnya akibat kekeliruan kebijakan.
Ia juga menambahkan pentingnya pendidikan yang betul-betul bermakna, tidak hanya sekedar artifisial atau penuh kepalsuan.
Ia juga meminta guru-guru swasta yang lulus PPPK agar dkembalikan ke sekolah swasta asalnya karena payung hukumnya juga jelas.
Pemerhati pendidikan Doni Koeseoma mengungkapkan ia sudah membaca dengan teliti naskah RPJPN ini.
“Namun saya tidak menemukan pernyataan mengenai peran penting pendidikan berbassis masyarakat juga tidak ada konsep yang jelas bagaimana kita memecahkan persoalan akses yang masih menjadi hambatan kemajuan pendidikan, akibatnya rentang waktu pendidikan dasar pun saya kira akan sulit tercapai tanpa kejelasan konsep ini,” sesal Doni. (RO/S-4)
Puluhan siswa-siswi dari Perguruan Muhammadiyah berbagai tingkatan pendidikan akan mengunjungi Jepang mulai dari tanggal 1 hingga 8 Maret 2024.
Ketua Dikdasmen PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, pula banyak sekolah yang sedang proses pendaftaran dan membutuhkan waktu untuk mengisi formulir.
Gerakan 'Literasi Hijau' ini tidak hanya diinisiasi oleh sekolah, tetapi melibatkan seluruh komunitas santri dan staf pendidik di SMP At-Tin UMP.
Olympicad merupakan ajang prestasi dan pengembangan potensi bagi siswa dan guru Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Ketua PWM Aceh Malik Musa menegaskan bahwa Muhammadiyah yang berkemajuan harus mampu menampilkan sekolah Muhammadiyah yang unggul dan diminati masyarrakat Aceh.
pada periode ini Muhammadiyah menggariskan visi utamanya sebagai Muhammadiyah unggul berkemajuan
Konsep GAR hadir dari keprihatinan akan adanya kesenjangan antara teori akademik dengan tantangan nyata di lapangan.
Prof Sri Yunanto memaparkan visi besar Indonesia pada satu abad kemerdekaannya. Ia menetapkan sejumlah indikator utama yang menjadi syarat mutlak terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
ALFI CONVEX 2025, konferensi dan pameran logistik terbesar di Indonesia, resmi dibuka hari ini di ICE BSD, Tangerang.
Wakil Menteri Desa PDTT Ahmad Riza Patria yang turut hadir menilai tema kongres relevan dengan semangat penguasaan teknologi dan sains.
BADAN Gizi Nasional (BGN) melaksanakan Pelatihan Petugas Penjamah Pangan pada Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mitigasi mencegah keracunan makanan MBG
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved