Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA Gastronomy Community (IGC) adalah sebuah komunitas untuk memajukan Indonesia melalui kecintaan terhadap makanan dan minuman beserta nilai kebudayaannya.
Bertepatan dengan peringatakn hari jadi ke-3 pada Minggu (28/5), IGC menggelar beragam kegiatan yang mengangkat gastronomi Indonesia ke dunia.
Para pendiri IGC berharap bahwa di tahun ketiga ini IGC dapat berkembang menjadi organisasi yang diakui oleh para stakeholders tidak saja di Indonesia namun dunia.
Baca juga: Cerita Panji dan Gastronomi Berpeluang Tingkatkan Konektivitas ASEAN melalui Pariwisata
“Kami melihat bahwa IGC sudah banyak terlibat dalam kegiatan yang mendukung pemerintah dalam semakin memperkenalkan makanan khas Indonesia," kata Wakil Pendiri IGC, James Budiono yang juga pengusaha makanan.
"Antara lain keterlibatan dalam ‘Indonesia Spice Up the World’ yang merupakan program pemerintah dan penerbitan buku Handrawina Adiboga Nusantara bagi perwakilan Indonesia di bawah naungan Kementerian Luar Negeri,” jelas James Budiono dalam keterangan pers, Senin (29/5).
Di buku Handrawina Adiboga Nusantara, IGC mengangkat beberapa pangan lokal untuk jamuan makan perwakilan RI di luar negeri, antara lain tumpeng punar, nasi gudeg, nasi liwet, lontong sate ayam, nasi pecel, gado-gado, nasi goreng, selat Solo, dan beragam kudapan seperti singkong goreng, loempia, lemper, dan bakwan udang.
Baca juga: Pegiat Molecular Gastronomy: Nitrogen Cair tidak Berbahaya
Makanan tersebut disajikan dengan perencanaan brunch, makan siang, makan malam, risjsttafel, coffee morning, afternoon tea, dan cocktail party.
“Kami berupaya untuk dapat melakukan kerjasama dengan berbagai pihak agar makanan khas Indonesia tidak hanya dikenal di dalam negeri, namun juga di luar negeri," kata Ria Musiawan, Ketua Umum IGC.
“Tahun ke depan ini, kami akan bersinergi dengan Bumi Pelestarian Pusaka Indonesia untuk mengangkat gatronomi Bali Kuno,” ujar Ria.
Program Gastronosia
Beberapa tahun ini, IGC melalui program Gastronosia melakukan rekonstruksi makanan dari prasasti, yaitu di Prambanan pada tahun 2021 dan di Borobodur pada tahun 2022 bersama Balai Konservasi Budaya Jawa Tengah dan restoran Bale Raos, dan membuat Popup Museum Gastronomi Indonesia Bersama dengan Siji Solusi Digital.
Materi-materi ini akan diterjemahkan dalam bahasa Inggris untuk dapat dipromosikan ke luar negeri bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan diaspora Indonesia yang memiliki restoran.
Baca juga: Angkat Gastrodiplomasi, Mahasiswa Unair Raih Juara 2 SASEC 2022
Berdasarkan diskusi yang pernah diselenggarakan IGC dengan nara sumber perwakilan Indonesia di beberapa negara dan pemilik restoran Djawa di Prancis, Stephani Dambron, menyimpulkan bahwa warga asing menyukai makanan Indonesia walau rasa pedas harus dikurangi karena kaya akan rasa dan menggunakan bahan makanan beragam.
Pada kegiatan di dalam negeri, berupa Lomba Tumpeng saat perayaan HUT Indonesia dan Indonesian Cooking Festival (ICF).
Baca juga: Pemkot Medan Yakin Bisa Menjadi Tujuan Wisata Gastronomi
IGC yang diikuti oleh para peminat makanan, perguruan tinggi, pelajar dan Asosiasi jasa boga untuk dapat terlibat keanekaragaman budaya Indonesia.
IGC juga telah meluncurkan Museum Gastronomi Indonesia (https://museumgastronomi.id/) pada tahun 2021, dan berencana untuk membuat museum fisik ke depannya.
Saat ini IGC sedang menyusun buku Tumpeng Indonesia yang didukung oleh para Dewan Pakar IGC. Ria Musiawan.
”Walau IGC merupakan sebuah komunitas kecil, namun ingin memiliki andil dalam mengembangkan gastronomi Indonesia melalui kegiatan-kegiatan tersebut,” kata Ria. (RO/S-4)
Persaingan citra antarnegara yang semakin ketat membuat banyak pemerintah mulai memanfaatkan pendekatan soft power, contohnya mengenalkan identitas negara lewat makanan.
Partisipasi dalam event Indonesia Gastrodiplomacy Series adalah kesempatan yang baik untuk lebih mengenal budaya dan kekayaan kuliner Indonesia.
Gastronomy Talks ini bertujuan memberikan pemahaman tentang signifikansi mempromosikan gastrodiplomasi Indonesia di panggung dunia.
BANGUNAN itu terletak di sudut Jalan Celle de Viriato 39 Madrid, Spanyol, di atas pintu utamanya terdapat papan cukup besar bertuliskan ‘NUSANTARA’.
Mencari inspirasi kuliner? Simak daftar makanan enak khas Indonesia dan mancanegara yang mendunia serta tips menemukan hidangan lezat yang memanjakan lidah.
Temukan daftar lengkap nama jajanan pasar populer di Indonesia, mulai dari kue basah manis hingga kudapan gurih yang menggugah selera. Simak ulasannya di sini.
Nikmati 5 Promo Spesial Hotel Sahid Jaya Solo Oktober 2025: Ada 'Octoria Package' Rp450 Ribu
Hidangan favorit pengunjung antara lain Selat Popia (Kueh Pie Tee), Udang Gulung Tempoe Doeloe, Gulai Fish Head Tasik, Jumbo Prawn Golden Egg-yolk, dan Ayam Goreng Lengkuas.
Tiga varian baru ini, Nasi Goreng bakar Sei Matah, Nasi Goreng Bakar Cakalang Fufu, dan Nasi Goreng Bakar Ayam Taliwang, siap memberikan pengalaman makan nasi goreng yang lebih kaya rasa,
Varian-varian lainnya, yaitu Ayam Woku, Oseng Mercon Cakalang, Rendang Sapi, Rendang Ayam, Cumi Jerit, Cumi Cabe Ijo, Ceker Mercon, dan Mie Mercon Cakalang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved