Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUSAHA sukses asal Jakarta yang juga pemerhati ketenagakerjaan, Fransiscus Go, mengajak mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) untuk mulai melirik dunia usaha mandiri dalam rangka menghadapi era keterbukaan informasi digital saat ini.
Hal itu disampaikan Fransiscus saat menyampaikan mata kuliah wirausaha kepada para mahasiswa di kampus tersebut, Jumat (26/5) siang.
Dalam agenda itu, Fransiscus menyampaikan materi terkait strategi menjadi pengusaha handal.
Baca juga: Sukarelawan Ini Perkuat Peran Perempuan Untuk Berwirausaha di Pontianak
"Kita, hari ini, dihadapkan pada tantangan besar yang terjadi di tengah masa transisi dari era konvensional ke era digital. Juga dari era masa lalu ke era masa depan. Bicara masa depan, tergantung pada keputusan yang kita ambil hari ini. Kelompok milenial, harus peka dan punya analisis tajam untuk menjadi pribadi yang sukses di esok hari," ujar pria yang akrab disapa Frans itu, Jumat (26/5).
Frans menambahkan, di satu sisi, era digital itu telah mendisrupsi kebiasaan lama yang jelek di tengah masyarakat seperti tradisi malas, tidak inovasi, bergantung pada orang lain, dan lain-lain.
Di sisi lain, jelas Frans, era digital merupakan sebuah peluang emas dan sangat positif, misalnya dalam hal kecepatan dan ketangkasan milenial untuk menciptakan atau menangkap kesempatan.
Baca juga: Delta Dunia Group Tingkatkan Keterampilan Siswa SMK Lewat Program Pelatihan
"Tentu warisan yang baik itu harus dijaga dan ditingkatkan, tapi kita jangan terjebak dengan perangkap masa lalu. Karena bagaimana pun perkembangan zaman akan terus menggerus karya karya masa lalu itu," ujarnya.
"Generasi muda itu sekarang dipicu untuk mendongkrak kreativitas membuka peluang baru, usaha baru untuk menyiapkan masa depan. Kemudian kecerdasan membaca peluang yang akan muncul pada waktu yang akan datang. Karena saat ini semuanya sudah sangat terbuka, sehingga setiap orang mempunyai kesempatan dan peluang yang sama," lanjutnya.
Kegiatan Frans itu merupakan program Ikatan Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta dalam wadah KAMAJAYA Business Club yaitu agenda dengan mengumpulkan para alumni lintas fakultas yang sudah terjun sebagai praktisi entrepreneur dan intrapreneur untuk berbagi pengalaman praktis dalam seminar kewirausahaan kepada para mahasiswa UAJY.
Frans, yang juga pengurus alumni Kamajaya Bussines Club, menuturkan mahasiswa sebagai kelompok milenial ini harus mulai menguasai pengetahuan terkait bagaimana menyiapkan dan membangun usaha alias menjadi wirausaha baru.
Pasalnya, lanjut Frans, untuk memulai bisnis harus ditopang berbagai hal mulai dari perizinan, modal dan sumber daya manusia (SDM).
"Sebenarnya bisa dimulai dari bisnis pribadi skala kecil, kemudian perlahan berjalan membentuk bisnis berbadan hukum sesuai dengan skala bisnis, kepentingan bisnis dan hukum yang berlaku," ujarnya.
Frans menambahkan, pada tahap awal tersebut perlu dilakukan analisa. Misalnya value proposition tergantung bisnis yang dipilih dan lain-lain. Terkait bisnis berbadan hukum atau tidak berbadan hukum, dikembalikan lagi kepada kepentingan pelaku bisnis tersebut.
"Contoh bisnis badan hukum ya seperti Koperasi, Yayasan, BUMN, BUMD, Perseroan terbuka, terbatas atau perorangan. Yang nonbadan misalnya Firma, CV, Persekutuan Perdata dan perhimpunan. Tapi itu semua, yang wajib dilakukan adalah pemisahan kekayaan, legalitas Kementerian Hukum dan HAM dan menentukan subjek hukum," ungkapnya.
Yang tidak kalah penting, kata Frans, adalah praktik perlindungan terhadap usaha yang sedang atau akan dijalankan. Misalnya, selalu membuat perjanjian tertulis dengan karyawan, mitra atau pihak pihak yang diperlukan, mentaati peraturan terkait perizinan dan mempatenkan jenis usaha melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) agar tidak melanggar atau dilanggar orang lain.
Pada kesempatan tersebut, Frans juga mengupas tuntas terkait dengan organisasi perusahaan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, mulai dari membedah regulasi perihal usaha dengan badan hukum dan non badan hukum hingga tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) struktur organisasi perusaahan, RUPS dan lain-lain.
"Pengetahuan ini penting dimiliki kelompok milenial adik-adik kita di UAJY ini, karena besok mereka lah yang akan bersaing dengan pengusaha pengusaha kelas dunia. Sehingga sudah pasti mereka harus menguasai produk konvensional seperti regulasi dan semacamnya, juga harus menguasai produk digital seperti Multimedia, Metaverse, Artificial Intellegence (AI) dan lain-lain," ungkap Frans. (Z-1)
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (PP Hispisi) kembali menggelar rangkaian kegiatan International Conference
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved