Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) berhasil mengumpulkan dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp335 miliar selama Ramadan 1444 Hijriah. Capaian tersebut telah melampaui target pengumpulan yang ditetapkan yakni sebesar Rp301 miliar.
"Alhamdulillah dengan capaian yang kita peroleh pada Ramadan kemarin, saya berterima kasih sekali kepada semua tim di Baznas yang saling mendukung satu sama lain," ujar Ketua Baznas Noor Achmad, Jumat (5/5).
"Insya Allah Baznas akan makin dicintai oleh masyarakat. Insya Allah Baznas juga akan terus berdekatan dengan para muzaki dan mustahik," tambahnya.
Baca juga: Mengenal Zakat : Pengertian, Dalil, dan Keutamaannya yang Wajib Dipahami
Menurut Noor, tagline 'Berkah Berzakat: Terima kasih Mustahik, Terima kasih Muzaki' sangatlah berperan penting. Noor mengatakan pihaknya
perlu menyelamatkan para muzaki, karena mereka belum tentu mengetahui kewajiban berzakat.
"Oleh karena itu perlu kita selamatkan dan harus didekati dengan sabar dan senyuman dengan memberikan informasi dan pelayanan terbaik. Serta, kita juga harus menyelamatkan para mustahik untuk menyelamatkan kehidupan mereka," jelas Noor.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang sedemikian tingginya dalam menunaikan zakat. Kepercayaan yang terus meningkat membuat Baznas makin bersemangat menjalankan visi menjadi lembaga utama menyejahterakan umat.
Baca juga: Baznas Pulangkan 118 Mahasiswa Riau dari Sudan
Sementara itu, Sekretaris Utama Baznas Muchlis Muhammad Hanafi menyampaikan, pihaknya telah melahirkan berbagai inovasi guna memberi kemudahan untuk masyarakat menunaikan zakatnya. Baznas juga telah menjalin kerja sama bersama berbagai platform dan ritel untuk pembayaran zakat.
Untuk itu, Baznas juga terus mendorong upaya digitalisasi demi mengoptimalkan kemudahan berzakat bagi masyarakat. (Z-6)
Bantuan ini merupakan simbol solidaritas dan penguatan ukhuwah antarwilayah dalam membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
Baznas telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sejak hari pertama bencana melanda Provinsi Aceh dan Sumatra.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik.
Dampak bencana di wilayah Sumatra bersifat luas dan membutuhkan penanganan jangka menengah hingga panjang.
Baznas memberikan program layanan kesehatan gratis bagi korban penyintas bencana banjir di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
MUI menetapkan fatwa program JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan sesuai prinsip syariah dan bisa dibiayai dengan dana zakat, infak, serta sedekah.
Wakaf produktif hadir sebagai solusi pembiayaan pendidikan berkualitas dan gratis, membangun peradaban unggul dan sejahtera bagi umat Islam.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut, tradisi berbagi yang menjadi ciri khas umat Islam berpotensi membebaskan sekitar dua juta lebih penduduk miskin mutlak di Indonesia.
Baznas gandeng IKA Unpad untuk meningkatkan potensi zakat, infak, sedekah (ZIS)
Baznas RI menerima penyaluran infak senilai Rp100 juta dari Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) untuk menyantuni anak yatim dan disabilitas binaan Baznas.
Potensi zakat, misalnya, mencapai Rp327 triliun per tahun, tetapi realisasinya masih jauh di bawah angka tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved