Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau membiayai kepulangan 118 mahasiswa asal Riau dari Sudan. Total biaya yang dikeluarkan untuk upaya evakuasi itu mencapai Rp170 juta.
Ketua Baznas Provinsi Riau Masriadi Hasan mengatakan pihaknya berusaha membantu mahasiswa kembali ke Tanah Air karena situasi di Sudan sudah sangat tidak kondusif.
"Mahasiswa Riau dipulangkan dari Sudan akibat terjadinya konflik bersenjata di negara tersebut. Kami menilai itu sangat tidak aman bagi mereka jika masih bertahan di sana," ujar Masriadi melalui keterangan tertulis.
Baca juga: Perkuliahan di Sudan Diharapkan Kembali Normal
Sebagai lembaga zakat, ia mengatakan Baznas memiliki program peduli atau tanggap bencana dan pemulangan para mahasiswa masuk ke kategori tersebut.
"Oleh karena itu Baznas boleh menggunakan dana zakat untuk membantu adik-adik kita dari kampung halaman. Harapan kita situasi di Sudan baik-baik saja dan mahasiswa asal Riau bisa kembali belajar di sana," imbuhnya.
Baca juga: PBB Upayakan Bantuan kepada Sudan, Perang Pecah di Tengah Gencatan Senjata
Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Rido Adriansyah mengatakan pemulangan mahasiswa asal Riau dilakukan secara bertahap yakni terbagi ke dalam empat kelompok terbang. Mereka terbang dari Sudan mulai 27 April 2023 menggunakan pesawat Super Air Jet. (Ant/Z-11)
TINGKAT kemiskinan di Sudan meningkat tajam dari 21% menjadi 71% akibat konflik bersenjata. Kondisi ini menyebabkan sekitar 23 juta warga hidup di bawah garis kemiskinan.
Militer Sudan akan menumpas kelompok pemberontak Rapid Support Forces (RSF) dan memastikan keamanan perbatasan negara.
Pemerintah Sudan akan membahas usulan gencatan senjata dari AS di tengah konflik militer-RSF yang menewaskan puluhan ribu orang dan memicu krisis kemanusiaan.
Lebih dari 400 orang dilaporkan tewas akibat serangan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di wilayah El-Fasher, Darfur, menurut PBB yang mengutip sumber-sumber kredibel.
MESIR meminta warganya untuk segera meninggalkan Sudan dan menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan ke negara itu dalam keadaan apa pun.
Suara ledakan terdenar ketika tentara menargetkan pangkalan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat dengan artileri.
Tentara Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) menyetujui rencana awal gencatan senjata kemanusiaan. Upaya ini difasilitasi AS dan kelompok Quad.
Pasukan Dukungan Cepat (RSF) dituding melakukan kejahatan perang di Negara Bagian Darfur Utara menyusul laporan mengenai pembunuhan massal dan kekerasan seksual di kota El-Fasher.
Di wilayah pesisir timur Sudan yang aman, penduduk menyambut bulan Ramadan dengan berjuang keras untuk berburu dan membeli kebutuhan pokok.
KANTOR Program Pangan Dunia PBB, WFP, di negara bagian Nil Biru, Sudan, diserang oleh pihak yang tidak dikenal.
Ia mengatakan hampir setengah dari 25 juta penduduk Sudan membutuhkan intervensi mendesak sementara 70% sektor kesehatan negara itu tidak lagi beroperasi.
Kudeta, Konflik, dan Krisis jadi Isu Utama KTT Afrika
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved