Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Setiap keluarga pasti memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda, begitu juga setiap individu di dalamnya. Meski begitu, para psikolog profesional mengatakan sebenarnya tetap ada elemen-elemen universal yang menjadi tolak ukur sebuah keluarga bisa dikatakan bahagia dan suportif.
Bagi kalian yang sudah siap membangun rumah tangga dan keluarga sendiri, ini ciri-ciri keluarga bahagia dan suportif yang harus berusaha kalian wujudkan agar bisa hidup damai dan langgeng sampai maut memisahkan dilansir dari psychologytoday.com.
1. Memiliki batasan emosional dan fisik yang sehat
Ingatlah bahwa setiap anggota keluarga memiliki privasi, bahkan meski dia masih seorang anak-anak sekalipun. Semua orang di sebuah keluarga harus memahami itu dan bisa menghormati privasi anggota keluarga lainnya. Untuk bisa mewujudkan itu, orang tua harus menjadi yang pertama menerapkan dan mencontohkannya pada anak-anak di rumah, yakni untuk bisa menghargai privasi pasangan dan anak-anaknya. Pada anak-anak tentu saja privasi yang dimaksud adalah yang sesuai dengan kebutuhan emosional di perkembangan usianya.
Baca juga: Ayah, Jangan Lupa Luangkan Waktu untuk Anak
2. Hargai pendapat setiap anggota keluarga
Setiap anggota keluarga harus dibolehkan untuk beropini dan mengemukanakn pendapatnya. Itu adalah salah satu tanda terjalinnya komunikasi yang sehat dalam sebuah keluarga. Ketika anggota keluarga mengemukakan pendapatnya yang tidak sesuai dengan pandangan Anda, jangan langsung membantahnya. Diskusikan dan cari jalan tengah atas persoalan yang tengah berusaha diselesaikan.
3. Buat aturan yang disepakati bersama
Setiap rumah pasti memiliki aturan-aturannya tersendiri. Baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Untuk menghadirkan kesepahaman, buatlah kesepakatan tentang hal-hal tertentu yang dirasa penting untuk disepakati bersama. Misalnya aturan batasan menonton televisi di malam hari bagi orang tua dan anak, jam malam, dan sebagainya. Tentunya dengan lebih dulu berdiskusi, bukan dilakukan dengan otoriter.
Baca juga: Medsos Turut Pengaruhi Orangtua dalam Beli Produk untuk Anaknya
4. Penuhi kebutuhan emosional anggota keluarga
Sering kali orang tua hanya fokus memuhi kebutuhan jasmani seorang anak, tapi lupa untuk memnuhi kebutuhan emosional sang anak. Padahal, pengertian, pendampingan, dan kasih sayang adalah hal yang sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak. Jangan ragu untuk menunjukkan kasih sayang dan kepedulian pada anak atau pasangan agar kedekatan satu sama lain bisa terus terjaga.
5. Menerima kesalahan dengan cara yang tepat
Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Karena itu tidak perlu terlalu kecewa ketika salah satu anggota keluarga melakukan kesalahan. Belajarlah memaafkan tetapi dengan cara yang tepat. Maksudnya adalah harus bisa saling memaafkan tetapi tidak begitu saja melupakan kesalahan, cobalah untuk sama-sama belajar dari kesalahan yang dibuat, introspeksi diri, dan bangkit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Jadi, itu dia ciri-ciri keluarga yang sehat secara mental, bahagia, dan suportif. Jangan lupa untuk berusaha diterapkan di keluarga kalian, ya!
(Z-9)
panggilan untuk mempererat kembali ikatan emosional di dalam rumah tangga. Keluarga sakinah kunci kekokohan kehidupan nasional
Dari perspektif ilmu keluarga, Tepuk Sakinah berperan sebagai strategi edukatif yang menyenangkan sekaligus interaktif.
tarif tenaga listrik untuk pelanggan PT PLN (Persero) pada Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2025 tidak ada perubahan atau tetap
Lagu Tepuk Sakinah kini menjadi sorotan di berbagai platform media sosial. Kesederhanaannya justru menghadirkan daya tarik unik: calon pengantin melakukan tepukan berirama.
Selama berbulan-bulan, jagat perfilman Indonesia tak henti membicarakan satu judul: Norma. Film ini mengisahkan rumah tangga yang tampak harmonis, namun hancur lebur karena perselingkuhan.
Nama Acha Septriasa kembali mencuat ke publik, bukan karena karya terbarunya, melainkan kabar mengejutkan soal rumah tangganya
Banyak yang salah kaprah, healing artinya sering disamakan dengan liburan. Padahal, maknanya berkaitan erat dengan pemulihan trauma dan kesehatan mental.
Ulasan mendalam Broken Strings oleh Aurelie Moeremans, perjalanan musik sang aktris, dan alasan mengapa karyanya begitu menyentuh hati.
Riset terbaru menunjukkan suhu bukan sekadar soal kenyamanan, tapi kunci kesehatan mental dan kesadaran diri.
Psikolog Virginia Hanny menjelaskan fenomena post holiday blues yang kerap menyerang pekerja dan pelajar usai liburan. Kenali gejalanya dan kapan harus waspada.
Sebelum tragedi pembunuhan Rob Reiner dan istrinya, polisi ternyata pernah dua kali mendatangi rumah mereka terkait isu kesehatan mental Nick Reiner.
Tim dokter FKUI dan relawan UI Peduli memberikan dukungan psikososial dan layanan medis bagi penyintas banjir dan longsor di Samar Kilang, Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved