Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka ulang tahun ke-117 yang jatuh pada 18 April 2023, Bank Woori Saudara melakukan syukuran sekaligus memperingati Bulan Suci Ramadhan 1444 H.
Bank Woori Saudara (BWS) kembali menyelengarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud berbagi kebahagiaan dan kepedulian BWS kepada masyarakat kurang mampu.
Kembali berkolaborasi dengan Lembaga Sosial Human Initiative (HI), melalui Program “Berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) Dan Berbagi Ifthar” BWS menyalurkan dana CSR sebesar Rp 30 juta.
Baca juga: Bank Woori Saudara Umumkan Perubahan Kepemilikan Saham
Saluran Dana CSR untuk Program Berbagai Santunan
Dana ini akan dialokasikan untuk program berbagi santunan kepada anak yatim, dhuafa, fakir miskin dan berbagi Ifthar berupa paket makanan berbuka puasa untuk kaum duafa atau musafir (orang dalam perjalanan).
Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Griya Kemandirian Masyarakat di Kota Depok dan Yayasan Pusat Pengembangan Generasi Indonesia Madani di Jakarta Timur.
Baca juga: Sinar Mas Land Gaet Bank Woori Saudara Tambah Stimulus Smart Move
Penyerahan bantuan ini diserahkan secara simbolik oleh Direktur Bisnis Support Bapak Edwin Sulaeman kepada Bapak Langga Pratama selaku CMKS Partnership Specialist dari Human Initiative di Kantor Pusat Bank Woori Saudara.
“Program CSR ini rutin diadakan setiap tahunnya untuk merayakan ulang tahun BWS yang ke-117 dan bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan. Kami berharap penyaluran bantuan ini dapat menjadi berkah ramadhan bagi para penerimannya yang membutuhkan,” kata Edwin.
Baca juga: PT PII Distribusikan Donasi Peduli Ramadan kepada Masyarakat Prasejahtera
Program ini akan memberikan santuan tunjangan hari raya kepada 100 orang yatim, dhuafa, dan fakir miskin dan 100 paket makan siap saji beserta 100 paket takjil.
Program ini merupakan wujud rasa syukur BWS di hari jadi perusahaan yang ke-117. Semoga kegiatan berbagi ini dapat memberikan keberkahan sendiri bagi perusahaan dan para penerimanya. (RO/S-4)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
DPR RI desak pemerintah daerah klarifikasi dana Rp234 triliun yang mengendap di bank.
Finnet aktif membantu proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di salah satu Bank BUMN.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved