Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendukung pembangunan desa wisata dan meminta Pemerintah Daerah (Pemda) terus meningkatkan komitmennya dalam berinovasi, khususnya inovasi yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi desa melalui sektor pariwisata.
Semangat tersebut, melatarbelakangi BSKDN menyelenggarakan Forum Diskusi Aktual (FDA) bertema "Strategi Pengembangan Potensi Desa Wisata di Daerah". Kegiatan tersebut berlangsung secara daring dan luring dari Hotel Orchardz Jayakarta pada Kamis (13/4).
Dalam forum tersebut, BSKDN menghadirkan sejumlah pakar untuk memberikan masukan terkait permasalahan yang dihadapi Pemda dalam mengembangkan desa wisata.
Baca juga : BSKDN Kemendagri Dorong BRIDA Bali Tingkatkan Ekosistem Inovasi Berbasis Riset
Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Arta Uli Aritonang yang hadir sebagai narasumber mengungkapkan dukungannya terhadap pengembangan desa wisata.
Dia mengatakan, Kemendes PDTT mendukung program desa wisata melalui Dana Desa yang dapat digunakan tak hanya untuk membangun desa wisata, tetapi juga dalam hal pengadaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana desa wisata. Adapun sarana tersebut meliputi pergola, gazebo, pondok wisata atau homestay, hingga kios cende ramata.
Baca juga : Kemendagri Apresiasi Capaian Indikator Makro Provinsi Sumut
"Ada pengadaan bukan cuma pembangunan, itu dibolehkan," jelasnya.
Menurut Arta, pembangunan desa wisata tidak akan maksimal tanpa upaya kerja sama antar stakeholder, masyarakat, maupun pihak swasta. Kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan komitmen berbagai pihak untuk memperkuat perannya masing-masing dalam mengembangkan perekonomian desa berbasis wisata.
"Ini semua tidak bisa dilakukan kalau tidak ada komitmen. Komitmen masyarakat mau terlibat dan bertanggung jawab serta komitmen dari pemerintahan desa terutama para kepala desa," tambahnya.
Adyatama Ahli Pertama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Dea Yunita Ruhiat mengungkapkan, keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan desa wisata merupakan bagian penting yang harus diperhatikan.
"Syarat membangun desa wisata salah satunya memiliki potensi SDM lokal yang dapat terlibat dalam aktivitas pengembangan desa wisata, misalnya jadi pemandu wisata," ungkapnya
Ketua Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) Jelajah Indonesia Hendra Perdana meminta daerah mengenali potensi di wilayahnya untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat sebagai motor penggerak untuk mempromosikan tempat wisata.
Dalam kesempatan itu, Hendra juga mengungkapkan salah satu masalah yang kerap dihadapi daerah dalam mengembangkan potensi desa wisata. Hal itu seperti kurangnya inovasi dan kreativitas sehingga ketertarikan wisatawan untuk berkunjung terus berkurang.
"Makanya kita perlu terus berinovasi, lakukan pelatihan dan pendampingan bisa bekerjasama dengan dinas pariwisata setempat misalnya," pungkasnya. (RO/Z-5)
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Pendapatan bulanan tempat wisata melonjak dari rata-rata Rp12 juta menjadi sekitar Rp32 juta per bulan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
PENGEMBANGAN desa wisata kini tidak lagi semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan.
"Desa wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan tetapi juga memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi lokal,"
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan promo spektakuler untuk tiket masuk Desa Bakti BCA melalui fitur Lifestyle di aplikasi myBCA.
Para pengelola desa wisata ini mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2025, Selasa (16/12) di Jakarta.
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Inovasi ini mampu menjaga kualitas gabah secara lebih cepat, efisien, dan stabil di berbagai kondisi cuaca.
Lego memperkenalkan Smart Bricks, bata pintar dengan sensor cahaya dan suara. Inovasi "Smart Play" ini menuai pujian sekaligus kritik dari para ahli.
Google kembali meluncurkan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang semakin mempermudah penggunaannya.
Melalui Innovation Kaleidoscope Indonesia 2025, perjalanan inovasi nasional dapat dibaca sebagai sebuah proses bertahap.
PELAYANAN keluarga berencana (KB) berkualitas dapat ditingkatkan dan dijangkau hingga pelosok melalui beragam inovasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved