Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Ini adalah catatan perjalanan tentang empat kelompok anak muda di program Genera-Z Berbakti. Mereka adalah mahasiswa dari empat perguruan tinggi berbeda, yang rela menempuh perjalanan puluhan, bahkan ribuan kilometer dari kampus asalnya. Ada yang harus melahap sekaligus perjalanan darat, udara, dan laut, untuk tiba di desa tujuan, dengan niat membaktikan diri mengembangkan desa bersama warga setempat.
Tim Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, menjalankan Genera-Z Berbakti di Desa Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Lebih dari 1.800 km jarak memisahkan dua lokasi itu. Tim Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, menempuh jarak lebih dari 1.000 km untuk membaktikan diri di Desa Pulau Derawan. Kelompok lainnya, tim Universitas Indonesia (UI), Depok, memilih Desa Wonokitri di Pasuruan, Jawa Timur yang terpisah jarak 870 km. Sedangkan tim Universitas Lampung (Unila) memilih Desa Kiluan di Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Kesungguhan para mahasiswa mengikuti semua tahapan Genera-Z Berbakti dan kerelaan mereka menempuh perjalanan panjang sampai ke desa, mematahkan citra negatif yang kerap dilekatkan pada Gen-Z. Mereka misalnya, sering dicap tidak mengerti makna “kerja keras”. Lahir sebagai digital native, Gen-Z juga kerap dianggap seperti ikan hias di akuarium yang suka jadi perhatian.
“Anggapan (Gen-Z) di masyarakat tidak akurat. Gen-Z tidak boleh diremehkan. Mereka mulai masuk ke dunia kerja dan bisa membuat dampak besar di industri dan pasar,” kata duo ayah dan anak, David Stillman dan Jonah Stillman, penulis buku best seller “Gen Z @Work”.
Genera-Z Berbakti adalah inisiatif dari BCA, di bawah payung Bakti BCA, yang mengajak mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan desa wisata. Mahasiswa yang merepresentasikan Gen-Z di Indonesia, sejak lama memiliki riwayat keterlibatan cukup panjang dalam pembangunan bangsa ini. Gagasan segar, energi yang besar, idealisme, hingga semangat berbakti kepada negara, merupakan resep jitu yang terus mengiringi bangsa ini tumbuh hingga berusia 80 tahun.
Resep tersebut sejatinya sudah lahir sejak konsep Kuliah Kerja Nyata (KKN) diperkenalkan pada 1971 silam. Saat itu ada tiga kampus perintis KKN yang akhirnya mendorong program tersebut diikuti oleh banyak kampus lain. Melalui KKN, para mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat suatu desa yang menjadi lokasi program.
Berkaca dari sejarah panjang KKN yang terus hidup dalam budaya sosioakademik Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berupaya mengadopsinya untuk memperkuat konsep creating shared value bagi masyarakat luas, khususnya di desa wisata binaan Bakti BCA. Pertemuan antara komitmen BCA dalam membangun desa wisata di pelosok Indonesia serta tradisi KKN yang kuat melahirkan program Genera-Z Berbakti pada tahun ini.
Mengusung konsep call for proposal, program ini berhasil menghimpun lebih dari 250 proposal dari 98 perguruan tinggi negeri maupun swasta, baik di dalam maupun luar negeri. Dari jumlah tersebut, delapan kelompok mahasiswa terpilih untuk mengikuti fase penjurian di hadapan tiga panelis, yakni Duta Bakti BCA Nicholas Saputra; Aktris, Produser, dan Pengusaha Happy Salma, serta Ilmuwan & Pencetus Metode pembelajaran matematika “GASING” Prof. Yohanes Surya.
Sesi penjurian menetapkan empat tim pemenang program Genera-Z Berbakti yang berhasil mendapatkan pendanaan untuk menjalankan program pengabdian berdasarkan proposal mereka, selama kurang lebih satu bulan. Dari sinilah, perjalanan keempat tim dalam mengembangkan keempat desa wisata binaan Bakti BCA dimulai.
Tim UI membawa program “SAVANA: Sustainable Action for Village, Agriculture, Nature, and Health” di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri. Dalam kurun sebulan, mereka memproduksi 2 bank sampah terintegrasi, edukasi dan pemasangan tempat sampah terpilah di 26 RT dan 8 lokasi umum, hingga produksi lebih dari 500 ecobrick yang melibatkan sekitar 260 siswa/I SD. Tim yang beranggotakan 9 orang ini juga berhasil memasang 2 alat pemantauan curah hujan dan mitigasi risiko longsor bernama “SI-CUHAL”. Mereka juga menyelenggarakan workshop pembuatan pestisida organik, yang diikuti oleh 90 peserta dari Kelompok Tani dan siswa/i SMP. Untuk sektor kesehatan, mereka menggelar pemeriksaan gula darah hingga asam urat bagi 90 warga, sekaligus memberikan edukasi tentang hipertensi. Terakhir, tim UI menginisiasi Jurnal Edelweiss Tengger Muda”, sebuah metode pelestarian edelweiss secara kreatif, melibatkan 15 siswa/i SD dan SMP sebagai Duta Edelweiss Muda.
Tim UNSRAT memiliki program bertajuk “Derawan Sehat, Derawan Hebat”. Mereka memasang 1 unit alat filter air menggunakan sistem filtrasi dan UV Sterilizer, dalam rangka menyediakan akses air bersih bagi warga. Kemudian, tim beranggotakan 10 orang ini membuat 1 unit alat bioseptik di penginapan terapung Derawan, untuk mengurangi pencemaran laut. Mereka juga membangun 1 unit alat biogas satu tahap, memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan usaha kuliner. Menyasar terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas, mereka menjangkau anak-anak dan keluarga melalui penyuluhan stunting pada usia reproduktif, pemantauan gizi dan imunisasi, demonstrasi memasak MPASI, game edukatif pencegahan stunting, hingga penyuluhan pentingnya sanitasi lingkungan.
Pendekatan berbasis teknologi menjadi strategi utama tim dari UNILA. Mereka memanfaatkan IoT untuk menciptakan sistem peringatan dini tsunami bernama “Smart Detector Tsunami”. Ide ini muncul untuk menjawab menjawab tantangan Desa Wisata Teluk Kiluan yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik. Sebanyak 5 unit “Smart Detector Tsunami” telah terpasang di perairan Teluk Kiluan sebagai sistem pencegah kebencanaan di masa mendatang. Selain itu, Tim UNILA berhasil mentransplantasi 150 bibit terumbu karang baru di sekitar perairan Teluk Kiluan. Sebagai upaya menangani ancaman abrasi pantai, Tim UNILA juga melakukan program penanaman 1.000 pohon mangrove, melibatkan kelompok nelayan hingga anak-anak sekolah. Kelompok beranggotakan 10 orang ini juga menggelar program “Eco Education” yang berhasil menjangkau hampir 80 warga, sebagai upaya membangun kesadaran terhadap mitigasi bencana alam pesisir
Terakhir, Tim UGM memilih untuk menjalankan misi pengabdiannya di Desa Dayun, Riau, dengan program “Optimalisasi Pengembangan Wisata Berbasis Digital dan Pusat Budaya Melayu melalui Peningkatan Kualitas SDM”. Kelompok beranggotakan 12 orang ini merancang program pelatihan digital marketing dan storytelling budaya untuk mendorong pengembangan pariwisata, yang nantinya diharapkan dapat menggerakkan perekonomian desa. Sebagai implementasi gagasannya, tim UGM melaksanakan pameran kuliner lokal serta Festival Kebudayaan Melayu Siak yang berhasil menarik lebih dari 6.000 pengunjung selama 2 hari pelaksanaan. Mereka juga merancang program “Trash to Cash”, dalam rangka mengubah sampah menjadi sumber penghasilan atau produk yang bernilai ekonomi.
“Segala manfaat yang dihasilkan dalam program Genera-Z Berbakti mencerminkan kolaborasi besar antara Bakti BCA dengan entitas perguruan tinggi sebagai penghasil calon pemimpin masa depan dalam membangun negeri. Kami berharap kombinasi dukungan BCA serta semangat mengabdi adik-adik mahasiswa berhasil memberikan dampak positif yang berkelanjutan untuk memberdayakan masyarakat. Program ini juga kami harapkan dapat mempersiapkan mereka untuk menjadi agen perubahan dengan skala yang lebih besar di kemudian hari,” ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn. (*)
PENGEMBANGAN desa wisata kini tidak lagi semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan.
Kampanye ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong perubahan perilaku gizi dan kesehatan yang berkelanjutan di tingkat keluarga dan komunitas.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program corporate shared value Bakti BCA kembali turun langsung ke wilayah Sumatra untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana banjir.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Liquor, yang kini berusia 18 tahun dengan tinggi badan 191 cm, berpartisipasi di nomor 200 M Individual Medley dan 4x200 M Freestyle Relay pada SEA Games
Upaya mendorong UMKM Indonesia memasuki pasar global kembali menunjukkan hasil yang signifikan.
KKN tematik ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu sosial.
Ketidakjelasan ini disebut menyebabkan warga negara tidak dapat memprediksi secara rasional apakah kritik atau pendapatnya dapat dipidana.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved