Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa sampai dengan 10 April 2023, realisasi anggaran BNPB sudah mencapai 63,17% dari total anggaran sebesar Rp2,26 triliun.
"Realisasi anggaran BNPB per 10 April 2023 mencapai 63,17% terdiri dari DSP (dana siap pakai) 27,26%, dana rutin 16,29%, idrib atau dana pinjaman dunia untuk menyiapkan peringatan dini terkait bencana tsunami baru 12,40%," ungkapnya dalam Rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (12/4).
Lebih lanjut, Suharyanto menambahkan bahwa anggaran BNPB yang mencapai Rp2,26 triliun memang mengalami peningkatan yang tajam. Hal ini diperuntukkan bantuan stimulan rumah rusak bencana gempa di Cianjur.
Baca juga: BNPB Terbitkan Peringatan Dini Potensi Hujan Ekstrim untuk Wilayah Indonesia Timur
"Di gelombang tiga ini kita dapat tambahan anggaran Rp1,2 triliun. Kami laporkan anggaran ini sudah tersalur kepada masyarakat terdampak gempa di Cianjur dan masuk rekening masing-masing," kata Suharyanto.
Dia menjelaskan, saat pengambilannya ada beberapa prosedur yang diberlakukan. Dalam hal ini, para penerima bantuan tidak bisa sekaligus menerima bantuan 100% tapi melalui skema bertahap yakni 40%, kemudian 50% dan ketika rumahnya sudah jadi, sisa 10% akan dibayarkan.
Baca juga: Gempa Bumi di Selatan Bali tidak Berpotensi Tsunami
Sementara itu, untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BNPB sejauh ini dikatakan masih 0%. Dia menargerkan pada triwulan III dan IV 2023 BNPB akan mendapatkan PNBP. (Des/Z-7)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved