Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MOMEN bertemu keluarga atau temu kangen dengan teman adalah hal yang sangat penting. Namun, tidak disangka kerap kali pertanyaan "kapan nikah" sering kali terucap dari mulut mereka.
Tidak hanya dari keluarga saja, tetapi biasa dari tetangga pun turut bertanya.
Jika tidak disikapi dengan jawaban yang tepat, maka lebih mudah terpancing amarah. Terlebih saat momen lebaran saat jumpa bersama sanak saudara.
Baca juga:Tips Agar Berjalan Kaki Jadi Menyenangkan
Meski tujuan utama dari pertanyaan ini mungkin hanya basa-basi, tak jarang karena terlalu sering. Mungkin saja anda menjadi sedikit terganggu.
Biasanya, seseorang yang takut dengan pertanyaan ini adalah karena sudah berumur matang, namun belum memutuskan untuk menikah. Lalu, bagaimana cara menghadapi pertanyaan kapan menikah? Agar nggak keki saat ditanya, berikut rangkuman selengkapnya.
Baca juga: Ini Tips Berpuasa Aman dan Sehat bagi Penderita Diabetes
1. Beri jawaban bijak
Kita tidak pernah tahu apa tujuan asli seseorang melontarkan pertanyaan tersebut. Oleh karenanya, cara pertama yang bisa Anda berikan untuk menanggapinya adalah dengan memberi jawaban bijak.
Berikut adalah beberapa pilihan jawaban bijak yang bisa Anda gunakan.
"Jodoh kan di tangan Tuhan. Kita udah berusaha, tinggal tunggu jawabannya."
"Masih memantaskan diri, nih. Nggak usah buru-buru."
"Pengennya kan nikah buat seumur hidup, jadi nggak apa-apa ya milih-milih dulu."
2. Ajukan pertanyaan balik
Ketika diberi pertanyaan, tidak ada salahnya Anda melakukan hal serupa. Ketahui keadaan saudara atau teman Anda yang mengajukan pertanyaan kapan menikah, lalu cobalah membalas mereka dengan pertanyaan yang tak kalah menantang.
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa Anda berikan pada mereka.
"Mau kasih amplop berapa sih emangnya?"
"Kamu sendiri kapan? Kan masih sendiri juga!"
"Memangnya yakin bakal aku undang kalau nikah?"
"Kamu sendiri kapan pindah kerjaan? Katanya mau resign, eh nggak jadi-jadi."
3. Jawab dengan senyuman
Tips menghadapi pertanyaan kapan nikah selanjutnya adalah memberikan senyuman. Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk diberikan, terutama jika Anda sudah merasa terlalu lelah.
Cukup berikan senyuman dan menjauhlah dari orang tersebut. Dengan begitu, mereka mungkin bisa mengerti bahwa Anda sudah cukup lelah menghadapi pertanyaan yang sama.
4. Tanggapi dengan bercandaan
Jika ingin membuat keadaan lebih berwarna atau menghindari kondisi awkward, menjawab pertanyaan kapan nikah bisa Anda lakukan dengan memberikan candaan.
Berikut adalah beberapa candaan yang bisa Anda lakukan untuk menjawabnya.
"Hm, pokoknya kalau nggak Sabtu ya Minggu."
"Duh, nunggu jadwal Raisa sepi dulu, nih. Mau ngundang dia soalnya."
"Bentar deh ya, masih musim ujan. Takut becek terus roboh tendanya."
5. Minta didoakan
Jawaban pamungkas lain yang bisa Anda berikan saat ada yang bertanya tentang kesiapan Anda untuk menikah adalah minta didoakan.
Cara ini justru bisa sekaligus membuat Anda mendapat kesempatan lebih besar dekat dengan jodoh karena mendapat doa dari banyak orang.
"Doakan dulu ya. Semoga jodohnya cepat kelihatan."
"Wah, semoga segera ya. Minta doanya saja."
Nah seperti itu yah, semoga dapat membantu anda untuk menjawab pertanyaan "kapan nikah". (Z-10)
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (22/3), ayah Vidi, Harry Kiss, membagikan potret dirinya bersama sang istri di depan rumah.
Perayaan malam takbiran Idulfitri 1447 H di Jawa Tengah berlangsung kondusif dengan 55 titik kegiatan aman. Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan.
Petugas kebersihan Purwakarta tetap bekerja saat Lebaran demi menjaga kota tetap bersih. Aris, salah satu petugas, rela tidak berlebaran bersama keluarga demi tugasnya.
Puan Maharani memberikan sinyal positif pertemuan lanjutan dengan Presiden Prabowo Subianto pasca pertemuan Megawati di Istana Merdeka.
Meski sulit menolak hidangan khas Lebaran seperti opor ayam dan rendang, menjaga pola konsumsi tetap menjadi kunci utama untuk menghindari lonjakan kolesterol.
Banyak orang merasa tertekan karena merasa harus selalu tampil sempurna di depan keluarga besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved