Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Besar Persatuan Wredatama RI (PB-PWRI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Auditorium D, Gedung Kementerian Pertanian, Senin (27/2). Rakornas tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program Umum PWRI lima tahunan yang tengah berjalan serta membahas hal-hal yang bermanfaat bagi organisasi dan anggotanya.
"Jadi kami membahas enam program umum berdasarkan hasil Musyawarah Nasional ke XIV tahun 2021. Dari enam program itu, kami jabarkan menjadi 11 sub program. Ke-6 program tersebut yakni Peningkatan kesejahteraan anggota PWRI, Pemberdayaan keluarga Lansia, Partisipasi PWRI dalam pembangunan nasional dan daerah, Pelaksanaan dan pengembangan kerjasama PWRI, piagam dan tanda penghargaan Wredatama Nugraha serta konsolidasi organisasi," jelas Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWRI, Agung Mulyana di sela-sela Rakornas PWRI.
Saat ini, dalam rangka memberikan kemudahan kepada para anggotanya yang sudah purna tugas dalam berbagai aktivitas, PWRI tengah membuat kartu anggota yang manfaatnya multi fungsi atau smart card.
"Bisa menjadi kartu jaminan kesehatan, kartu e-money dan beragam manfaat lainnya," tutur Mulyana seraya menambahkan, pihaknya tengah menjajaki atau mengembangkan kerjasama dengan berbagai lembaga, diantaranya dengan PT Taspen, Bank Mantap dan BTPN atau Bank Tabungan Pensiunan Nasional serta lembaga dan kementerian lainnya.
Baca juga : Rendahnya Penilaian terhadap Diri Penghambat Utama Guru untuk Berubah
Sementara itu, Ketua Umum PWRI, Prapto Suyono yang juga hadir dalam Rakernas tersebut mengatakan, anggota pensiunan PWRI setelah pensiun dari masa tugas, tentunya kembali ke masyarakat dan menjadi masyarakat seperti pada umumnya. Tentunya PWRI mengamanatkan pada para pensiunan ini untuk mentransfer Kecakapan skillnya pada masyarakat, bangsa dan Negara.
"Jadi setelah pensiun, kami ingin terus kembali mengaktifkan diri sehingga bermanfaat bagi masyarakat umum. Para pensiunan yang tergabung di PWRI terdiri dari banyak disiplin ilmu. Jadi saya pikir bagus sekali jika dimanfaatkan bagi pengembangan pemberdayaan masyarakat dan komunitas. Semisal memberikan pelatihan UMKM berbasis teknologi, mengingat saat ini, berbagai platform menggunakan teknologi," terang Ketum PWRI Prapto.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PWRI masa bakti 2011–2016 dan 2016-2021, Haryono Suyono yang juga mantan Menko Kesra Kabinet Reformasi Pembangunan dan mantan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini, berharap para pensiunan tidak hanya mengantar cucu atau berdiam di rumah saja namun harus juga memiliki aktivitas yang produktif.
"Dengan terus aktif, Insya Allah para pensiunan menjadi sehat. Dan dengan memberi kecakapan kemampuan yang dimilikinya, maka pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang jadi lebih bagus. Semisal memberi pelatihan di bidang koperasi atau bidang lainnya," tutup Haryono. (RO/OL-7)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya membangun learning organization bagi ASN sebagai fondasi penguatan kinerja dan daya adaptasi organisasi.
KETUA Umum Korps HMI-Wati (Kohati) PB HMI, Sri Meisista, menyoroti isu kesetaraan gender dalam organisasi hijau-hitam tersebut.
Hasil diskusi menyebut pentingnya langkah-langkah konkret untuk menutup kesenjangan dalam pengelolaan risiko.
PERCEPATAN transformasi digital dibutuhkan untuk memajukan berbagai bidang, termasuk dalam memajukan dan memperkuat jejaring organisasi.
Kehadiran AIIR menjadi tonggak penting dalam dunia pasar modal Indonesia.
ANGGOTA Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas mengapresiasi terbentuknya Tim Reformasi Penyelamatan IKAL Lemhannas, yang diharapkan dapat mewujudkan kembali marwah organisasi.
Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) menggelar rakornas Kelompok Kerja Mangrove Daerah 2026.
Sinergi lintas sektor, tokoh agama, dan penguatan fungsi sosial rumah ibadat menjadi kunci menjaga persatuan di tengah tantangan zaman.
Atap masyarakat yang masih menggunakan seng akan diganti dengan genting. Prabowo menilai itu akan meningkatkan aspek keamanan dan kesehatan masyarakat di tempat tinggalnya.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah ini bertujuan memperkuat sinergi kebijakan serta menyelaraskan program pembangunan nasional dengan kebutuhan daerah.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyiapkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 sebagai forum konsolidasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved