Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Panggung utama Muktamar Nasional Pelajar Islam Indonesia (PII) ke-XXXIII di Palembang menjadi saksi lahirnya sejarah baru. Setelah melalui proses panjang dan dinamis, forum tertinggi organisasi pelajar tertua di Indonesia ini resmi menetapkan Dr (C) Amsal Alfian, S.E., M.E. sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PII periode 2026–2028. Melalui keterangan resmi yang diterima hari ini menyebutkan penetapan definitif yang dibacakan pada Minggu (15/2/2026) disambut gemuruh takbir ribuan kader yang memadati lokasi Muktamar di Bumi Sriwijaya, Palembang. Amsal, yang merupakan kader jebolan Aceh, kini memikul mandat penuh untuk membawa gerbong besar PII menuju transformasi global.
Terpilihnya Amsal bukan sekadar kemenangan elektoral, melainkan kemenangan gagasan. Sosoknya yang tengah menempuh studi doktoral (S-3) melalui jalur beasiswa bergengsi LPDP di Universitas Syiah Kuala memberikan warna baru pada wajah kepemimpinan PII. Di kalangan intelektual muda nasional, nama Amsal telah lama menjadi topik pembicaraan. Ia dipandang sebagai representasi "Aktivis Akademis", yaitu sosok yang mampu menjaga ritme pergerakan organisasi tanpa mengesampingkan kedalaman berpikir ilmu pengetahuan.
"Muktamar ke-XXXIII ini menegaskan bahwa PII menginginkan kepemimpinan yang bervisi global namun tetap membumi secara intelektual. Amsal adalah jawaban atas tantangan zaman itu," ujar salah satu delegasi senior, Dipasaguna, di lokasi Muktamar. Sebelum resmi menyandang status Ketua Umum PB PII, Amsal telah mengukir catatan emas yang melampaui sejarah masa lalu organisasi. Sebagai Kabid Hubungan Luar Negeri PB PII periode sebelumnya, ia berhasil membentuk 7 Pengurus Wilayah Perwakilan Luar Negeri hanya dalam waktu satu tahun.
Capaian ini menjadi modal sosial yang kuat bagi kepemimpinannya dua tahun ke depan. Perjalanan kepemimpinannya yang dimulai dari akar rumput di Bireuen, Aceh, hingga ke kancah internasional menunjukkan kematangan manajerial yang teruji. Ia bukan "pemimpin karbitan", melainkan hasil tempaan berjenjang mulai dari Basic Training hingga Leadership Advance Training.
Dalam pidato perdananya setelah terpilih, Amsal menekankan pentingnya kolaborasi dan adaptasi teknologi bagi pelajar Islam. Dengan moto "Berkarya dengan Hati, Mengabdi untuk Negeri", ia berkomitmen menjadikan PII sebagai laboratorium kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan bangsa di masa depan.
"Kami berkomitmen menjadikan PII sebagai laboratorium kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan bangsa di masa depan," kata Amsal usai terpilih jadi Ketum PB PII.
Bagi mereka yang mengenalnya, Amsal bukan sekadar pemenang kontestasi, ia adalah simbol kembalinya tradisi intelektual di tubuh organisasi pelajar tertua di Indonesia ini. Amsal belakangan menjadi dikenal bukan hanya karena manuver organisasinya, melainkan karena kualifikasi akademiknya yang mumpuni. Sebagai kandidat doktor Ekonomi Syariah di Universitas Syiah Kuala melalui jalur beasiswa LPDP, Amsal membawa standar baru bahwa pemimpin organisasi massa tidak boleh berjarak dengan literasi dan kedalaman ilmu.
"Amsal adalah antitesis dari anggapan bahwa aktivis sering abai terhadap studi. Ia membuktikan bahwa memimpin ribuan kader bisa berjalan beriringan dengan riset doktoral," ujar salah satu sahabat kolega akademisnya. Lahir dari tempaan di Bireuen, Aceh, Amsal mendaki tangga kepemimpinan secara organik, dari Ketua Umum Komisariat di SMA, Ketua Umum Daerah, hingga memimpin Wilayah Aceh. Perjalanan panjang ini membentuk karakter kepemimpinannya yang dikenal "berkarya dengan hati".
Kini, dengan mandat resmi di tangan, tugas besar menantinya untuk menjadikan PII sebagai laboratorium intelektual yang relevan dengan zaman digital tanpa kehilangan marwah keislamannya. Di bawah kepemimpinan sang Doktor muda, PII bersiap untuk melompat ke kancah global. Mencuat pula harapan agar PII kembali menjadi lokomotif perubahan bagi dunia pendidikan dan keislaman di Indonesia, bahkan dunia.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya membangun learning organization bagi ASN sebagai fondasi penguatan kinerja dan daya adaptasi organisasi.
KETUA Umum Korps HMI-Wati (Kohati) PB HMI, Sri Meisista, menyoroti isu kesetaraan gender dalam organisasi hijau-hitam tersebut.
Hasil diskusi menyebut pentingnya langkah-langkah konkret untuk menutup kesenjangan dalam pengelolaan risiko.
PERCEPATAN transformasi digital dibutuhkan untuk memajukan berbagai bidang, termasuk dalam memajukan dan memperkuat jejaring organisasi.
Kehadiran AIIR menjadi tonggak penting dalam dunia pasar modal Indonesia.
KORPS Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) PB PMII menggelar Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-58 di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta
PBNU mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdlatul Ulama untuk menjaga persatuan bangsa serta stabilitas nasional secara menyeluruh.
Jangan sampai PDIP justru dijadikan sebagai tempat untuk berlindung dari kesalahan-kesalahan.
ANGGOTA Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, mengatakan mestinya FOLU Net Sink 2030 tidak diisi oleh orang-orang yang terafiliasi dengan Menhut Raja Juli Antoni
KETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengultimatum para kadernya yang tidak nurut dengan dirinya. Ia menawarkan para kader tersebut dengan dua pilihan, yakni mundur atau dipecat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved