Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BUAH alpukat banyak dikonsumsi oleh banyak orang dan dapat diolah menjadi berbagai menu, salah satunya adalah aneka Jus.
Buah berwarna hijau ini kaya akan potasium dan folat yang membantu tumbuh kembang janin, memperkuat otot tubuh, dan meningkatkan performa jaringan saraf. Alpukat juga mengandung vitamin B6 yang membantu meningkatkan produksi sel darah merah dan sangat baik untuk metabolisme tubuh.
Baca juga: Pemerintah Berencana Berikan Penghargaan Pengendalian Covid-19
Untuk mendapatkan manfaat optimal dari alpukat, ibu perlu mengonsumsinya secara rutin saat hamil muda, bisa dengan dimakan langsung, dijadikan jus, ataupun dicampur dalam salad dan masakan lainnya. Namun walau lezat, makan alpukat secara berlebihan ternyata tidak baik untuk kesehatan tubuh Ibu hamil.
Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip laman Betterme.world.
1. Tidak Baik untuk Wanita Hamil dan Menyusui
Alpukat mungkin tampak baik untuk setiap situasi, tetapi sebenarnya itu harus dihindari oleh wanita hamil dan menyusui. Alpukat mengurangi produksi ASI dan bahkan diketahui merusak kelenjar susu.
Belum lagi perut bayi terlalu sensitif untuk menelan alpukat atau sisa-sisanya.
2. Kemungkinan Kenaikan Berat Badan
Meskipun mereka adalah lemak 'sehat', jika Anda makan terlalu banyak alpukat, Anda bisa menambah berat badan. Mereka sebenarnya sangat tinggi kalori.
3. Masalah Hati
Alpukat mengandung dua komponen yang disebut estragole dan anethole, yang bisa merusak hati Anda.
4. Alergi
Ada orang yang sangat disayangkan bahkan mungkin mengalami reaksi alergi terhadap keajaiban alpukat. Jika ya, mereka cenderung memiliki gejala seperti gatal-gatal, kulit bengkak, eksim, dan gatal.
5. Intoleransi Lateks
Jika Anda memiliki intoleransi lateks, maka Anda harus menghindari alpukat.
Alpukat diketahui bisa meningkatkan kadar lgE serum, yang akan meningkatkan kepekaan Anda terhadap alpukat.
6. Menurunkan Kolesterol HDL
Meskipun merupakan salah satu lemak baik, alpukat benar-benar merugikan Anda jika menyangkut alpukat.
Ini menurunkan kadar kolesterol HDL, yang merupakan tipe baik yang dibutuhkan tubuh Anda.
7. Hipersensitivitas
Jika Anda adalah orang dengan hipersensitivitas, maka alpukat adalah hal lain yang harus Anda hindari. Telah terbukti meningkatkan efek dan intensitas hipersensitivitas.
8. Tinggi Kalium
Anda memang ingin memiliki potasium, tetapi semuanya tentang jumlah dan keseimbangan yang tepat.
Alpukat memiliki banyak potasium, yang sangat cocok untuk saat Anda mencoba menaikkan level, tetapi pastikan kamu tidak mengonsumsinya terlalu banyak. (OL-6)
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
BGN menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Jika seorang ibu menyusui merasa mampu dan kondisi kesehatan diri serta bayinya tetap terjaga, ia tetap diperbolehkan berpuasa.
Waktu yang sering terasa optimal untuk memompa ASI adalah setelah sahur, siang hari, menjelang berbuka, dan malam hari sebelum tidur
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Untuk mencegah penurunan volume ASI akibat dehidrasi, ibu menyusui diingatkan untuk memenuhi target konsumsi cairan sebesar 2,5 hingga 3 liter.
Simak strategi memompa ASI saat puasa agar produksi tetap lancar. Jadwal optimal, teknik stimulasi oksitosin, hingga tanda ibu menyusui harus batal puasa.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved