Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA pertama memeriksakan diri ke rumah sakit, Anita, 40, tak menyangka jika ia kemudian didiagnosis kanker serviks. Mulanya, ia curiga karena vaginanya mengeluarkan darah setelah berhubungan dengan suami. Ia ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. "Awalnya, mulut rahim dibilang rapuh. Lalu dokter melakukan biopsi," jelasnya ketika dihubungi, pekan lalu. Hasil biopsi baru diketahui beberapa hari kemudian.
"Saya dapat email siang hari, dan disebut ada ca cx, sedangkan jadwal konsultasi malam hari. Saya browsing dulu dan kaget sekali tahu kalau itu kanker," kata dia.
Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, diketahui kanker yang ia idap masih tergolong stadium awal, stadium 1B. "Informasinya, kanker belum menyebar, jadi rencananya rahim akan diangkat, karena saya sudah ada dua anak. Kata dokter peluang sembuh besar," ujarnya lega.
Ketua PERHOMPEDIN Jakarta, dr. Ronald Alexander Hukom, Sp.PD-KHOM, M.Epid, MHSc, FINASIM menjelaska bahwa bagi pasien penderita kanker yang memeriksa kesehatannya sejak dini akan memiliki angka harapan hidup lebih tinggi.
“Stadium dini memiliki harapan hidup yang lebih baik dibandingkan yang sudah stadium lebih lanjut,” ujar dr. Ronald Aleander Hukom dalam acara talkshow CISC di Perpusnas, Sabtu (4/2).
Ronald merujuk pada data penelitian di Inggris, yang menunjukkan pada kasus penderita kanker paru-paru yang memeriksakan kesehatan mereka pada stadium awal, 8 dari 10 orang mempunyai angka harapan hidup 1 tahun lebih lama. Berbanding terbalik dengan yang memeriksakan kesehatan saat stadium 4 maka angka harapan hidupnya hanya 2 dari 10 orang.
Senada, Konsultan Hematologi Onkologi Medik dan Dokter Penyakit Dalam dr. Findy Prasetyawaty, Sp.PD-KHOM mengatakan keuntungan dari deteksi dini adalah jika kita mengetahui lebih cepat sebelum ada gejala maka pengobatan akan lebih baik dalam arti tata laksana akan lebih sedikit dilakukan.
"Pentingnya melakukan deteksi dini karena kanker yang menakutkan itu yang stadium lanjut, kalau stadium awal maka tindakan yang dilakukan untuk menyembuhkan dan mencegah lebih baik, dan tindakannya pun tidak banyak seperti stadium-stadium lanjut," kata Findy dalam talkshow RSCM Kencana, Jumat (3/2).
Findy mengatakan tidak semua kanker bisa dilakukan deteksi dini. Terdapat kanker yang bisa dilakukan dengan mudah ketika di luar permukaan kulit, tapi ada juga yang sulit dilakukan pemeriksaan dini karena tumbuh di dalam dan tersembunyi. Sedangkan pemeriksaan kanker dengan alat juga memiliki risiko seperti radiasi dan biaya yang cukup mahal.
Beberapa jenis kanker bisa dilakukan deteksi dini bagi yang memiliki faktor risiko. Contohnya, kanker hati yang muncul dari hepatitis B, ada peningkatan risiko terjadinya kanker sehingga pasien perlu melakukan deteksi dini secara rutin.
Banyak masyarakat datang ke dokter dengan masalah kanker yang sudah kronis karena tidak adanya pemeriksaan dini. Padahal kanker masyarakat, misalnya, bisa dilakukan pemeriksaan secara mudah dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (Sadari).
"Kalau ada orang tua kita yang terdiagnosis kanker usia 50 tahun-an maka kita segera memeriksakan diri juga jadi lebih muda memeriksakan diri. Jadi ada hal-hal seperti itu yang dilakukan," ujar Findy.
Kemudian pada usia lanjut juga disarankan segera melakukan pemeriksaan dini kanker ke dokter dengan diskusi dan saran dari dokter meskipun dari keluarga tidak ada yang mengalami penyakit kanker. Pada pasien laki-laki juga bisa memeriksakan risiko kanker prostat.
"Selanjutnya pasien yang mengalami risiko peningkatan kanker hati bisa dilakukan USG tiap 6 bulan pemeriksaan dan ada cukup banyak deteksi dini pada jenis kanker lainnya," tuturnya. (Iam/H-3)
Gaya hidup berpengaruh terhadap risiko kanker payudara karena penyakit ini berkaitan erat dengan faktor hormonal.
Peneliti Universitas Jenewa mengungkap bagaimana tumor memprogram ulang neutrofil, sel pertahanan utama tubuh, menjadi pemicu pertumbuhan kanker melalui molekul CCL3.
Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.
Berbeda dengan herediter, kanker familia terjadi bukan karena mutasi gen, melainkan karena anggota keluarga hidup dalam satu ekosistem yang sama.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
KECANTIKAN sejati bagi seorang wanita sering kali didefinisikan melalui pantulan cermin. Namun, esensi sebenarnya terletak pada pancaran empati dan kekuatan dari dalam hati.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Penelitian University of Leeds terhadap 1.832 pasien menunjukkan bahwa kenyamanan selama perawatan memiliki korelasi positif terhadap proses pemulihan pasien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved