Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI

KOPI Indonesia terkenal dengan beragam karakteristik lantaran luasnya wilayah Tanah Air. Beberapa kopi memang sudah harum Namanya, seperti kopi gayo, kopi puntang, dan kopi dari papua.
Selain itu, ada beberapa kopi daerah yang punya potensi lebih dikenal pencinta kopi Tanah Air bahkan dunia seperti kopi Bengkulu.
Lukman Suliawan dari Kopi Chi Nho Nha, peserta Festival Kopi Nusantara asal Bengkulu, mengatakan sebenarnya kopi Bengkulu sudah dikenal dari zaman Belanda. Namun, pengelolaannya masih amatir atau kopi asalan.
“Awalnya dari kopi asalan. Lantaran saya melihat banyak keistimewaan, enam tahun terakhir saya coba buat premium,” ungkap Lukman dalam sesi talkshow pada acara Festival Kopi Nusantara, di kompleks Media Group Network, Jakarta, kemarin.
“Keahlian yang saya punya, dari ngulik-ngulik, tanya sana-sini. Lalu, saya buat premium kopi arabika, liberika, dan robusta,” imbuhnya.
Dengan letak geografis di perbatasan Padang dan Lampung, kopi Bengkulu rata-rata memiliki karakteristik robusta. Lukman menyebutkan daerahnya berpotensi besar karena di daerah tersebut bukan hanya ada perkebunan kopi, melainkan juga hutan kopi.
Sejauh ini, kopi Bengkulu sudah dipasarkan ke banyak wilayah, antara lain Jatim, Jateng, Jakarta, Tangerang, hingga Lampung. “Hampir semua (pasar) sudah saya masuki. Dan kami (setiap) panen raya (menghasilkan) 35 ribu-40 ribu ton,” katanya.
Untuk kopi premium, dalam enam tahun terakhir, dia memiliki kelompok tani kopi khatulistiwa dan kopi kepahiang. “Hasilnya kami yang beli, kami di bawah binaan guru besar pertanian di Universitas Bengkulu,” ungkap Lukman.
Bergabung ke komunitas
Di samping Bengkulu, Jawa Tengah rupanya memiliki potensi kopi yang sangat beragam. Fannie, perwakilan Asosiasi Kopi Indonesia (Aski) Jateng dan DI Yogyakarta, menyebutkan kopi asal Jawa Tengah belum banyak diketahui publik.
“Ternyata kopi Jawa Tengah yang dulu kami tidak tahu banyak, ratusan. Bahkan, satu pegunungan (di Jawa Tengah) bisa 5-10 klan. Beda bentuk dan rasa, padahal satu tanah,” kata Fannie dalam kesempatan yang sama.
Menurutnya, orang baru mengetahui robusta Temanggung. Kopi Temanggung memiliki rasa cukup istimewa karena wilayahnya yang diapit dua gunung, yakni Sumbing dengan ketinggian 3.500 mdpl.
“Namun, arabika dalam 10 tahun terakhir, mereka (pet- ani) sudah berusaha memperbaiki proses dan penanamannya,” kata Fanny.
Lewat Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI), katanya, kopi arabika dan robusta dari Jawa Tengah sudah diekspor ke Belanda dan Prancis.
Sementara itu, Julius dari Aski Jakarta, menyebut pentingnya pelaku kopi bergabung ke komunitas. “Bergabung ke komunitas memiliki banyak manfaat. Produk kita bisa dibantu untuk di-share ke teman-teman. Ada event seperti ini pun (Festival Kopi Nusantara), akan diajak bareng-bareng buat promosi,” kata Julius.
Tidak cuma jualan, tetapi juga ilmu yang didapat banyak sekali, termasuk link. “Sama komunitas lain juga, (Aski) menjalin hubungan kerja sama. Aski terbuka untuk petani, pemilik coffee shop, dan barista,” tutup Julius. (S-3)
Penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.
Kafein dalam dosis tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatis, yang berdampak pada meningkatnya detak jantung serta munculnya rasa gelisah
Program Desa Sejahtera Astra berhasil meningkatkan pendapatan petani kopi Garut dari Rp1,3 juta menjadi Rp3,7 juta per bulan serta menembus pasar ekspor.
Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) berpartisipasi dalam Japan International Food & Beverage Expo (JFEX) 2025 pada 3 - 5 Desember di Makuhari Messe, Tokyo, Jepang.
Meningkatnya konsumsi kopi dunia mendorong negara-negara produsen untuk semakin agresif memperkenalkan karakter kopi mereka ke pasar global.
Tanggal 5 Desember diperingati sebagai Hari Kopi Turki Sedunia. Tanggal ini dipilih untuk menandai pengakuan Kopi Turki oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2013.
Media Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan.
HARIAN Umum Media Indonesia mendapat penghargaan sebagai Media Cetak Nasional Terbaik dalam ajang Adam Malik Awards 2026 dari Kementerian Luar Negeri RI.
Media Indonesia Raih Penghargaan Media Cetak Terbaik
Teknologi artificial intelligence yang semula sekadar alat yang bersifat pasif --semacam kalkulator yang menunggu instruksi-- menjadi AI yang bertindak sebagai kolaborator sejati.
Diketuai oleh Usmandie Andeska, acara Reuni Media Indonesia dihadiri sekitar 250 mantan karyawan Media Indonesia.
Lilik bercerita, tulisannya mengangkat cerita perjalanan panjang energi. Mulai dari minyak mentah sampai menjadi produk BBM yang ramah lingkungan dan produk gas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved