Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGI ilmu tidak pandang usia. Meski tidak lagi muda, mengedukasi sesama tetap harus dilakukan. Apalagi untuk para mahasiswa yang masih belajar agar kelak nantinya mereka bisa berguna bagi masyarakat.
Itu menjadi prinsip yang dipegang teguh Tintin Surtini, seorang doktor yang pada pekan lalu dilantik sebagai advokat dalam acara yang diikuti oleh 730 orang advokat di wilayah Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. Pengangkatan itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Peradi Otto Hasibuan di Grand Slipi Tower Convention Hall, Jakarta.
"Walaupun usia saya tak muda lagi, saya berusaha memberikan inspirasi dan motivasi kepada masyarakat khususnya generasi muda bahwa dengan pendidikan tinggi dan ilmu ada jaminan untuk masa depan yang lebih baik," kata Tintin.
"Saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh putra-putri saya, cucu-cucu saya dan almarhum suami tercinta yang selalu hadir dalam suka dan duka. Semoga ilmu yang saya raih bisa berguna dan membawa manfaat bagi masyarakat," kata dia.
Tintin mengungkapkan dirinya sudah 'melek' soal pentingnya pendidikan sejak kecil. Terlahir di daerah terpencil Kadungora, Garut, Jawa Barat, Tintin saat kecil terbiasa kerja keras sebagai buruh tani dan menjual kayu bakar. Saat itu usianya baru duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD).
Pada usia yang masih sangat dini, ia sudah membantu perekonomian keluarga. Situasi kurang mampu tidak membuat Tintin Surtini putus asa, semangat untuk maju dan meraih pendidikan setinggi-tingginya terus bergelora dalam hatinya.
"Bahkan dulu untuk mencari biaya sekolah, kalau musim tanam padi saya ikut tanam padi, kalau panen saya ikut panen, ikut bersihin sawah sehabis pulang sekolah," ucap Tintin.
"Atas pertolongan Allah SWT, kini cita-cita saya kecil satu persatu terwujud. Apa yang saya raih hari ini saya dedikasikan untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara," pungkas Tintin.
Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5–14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15–24 tahun sebesar 32%.
Memahami apa yang terjadi saat sebuah pesawat tidak lagi merespons panggilan menara pengawas sangat penting untuk membangun literasi keselamatan transportasi yang objektif.
Secara sederhana, hilang kontak adalah kondisi di mana komunikasi dua arah antara pilot di dalam kokpit dengan petugas pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC) terputus.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Edukasi yang paling mendasar adalah memilah sampah dari rumah sebelum dibuang.
Melalui aksi ini, FKM UI berharap dapat menciptakan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved