Selasa 24 Januari 2023, 10:50 WIB

Epidemiolog Sebut Penularan Campak Lebih Cepat dari pada Covid-19

Faustinus Nua | Humaniora
Epidemiolog Sebut Penularan Campak Lebih Cepat dari pada Covid-19

Ist
Tanda bercak-bercak merah pada anak yang terserang campak.

 

DOSEN Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Laura Navika Yamani,S.Si., M.Si., Ph.D mengatakan bahwa daya penularan penyakit campak lebih cepat dibandingkan Covid-19.

Tanpa imunisasi atau vaksinasi, penyakit measles ini memiliki potensi keparahan yang lebih tinggi.

"Campak atau measles merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan, dengan daya tular tinggi. Measles memiliki daya tular tinggi jika dibandingkan dengan covid dan saat ini mungkin measles atau campak dengan daya tular tertinggi dibandingkan dengan penyakit infeksi lain," ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (24/1).

Penyakit ini biasanya banyak menyerang anak-anak, dengan risiko fatal tinggi lewat gejala diare, radang paru (pneumonia), radang otak, kebutaan, gizi buruk, hingga kematian.

Akan tetapi campak bisa diantisipasi melalui pemberian vaksin MR dan sejauh ini vaksin MR menjadi imunisasi dasar lengkap program nasional di Indonesia.

"Tujuan imunisasi dasar lengkap karena kasus masih ada di Indonesia dan supaya anak-anak kita memiliki kekebalan tubuh terhadap campak. Sehingga goal utamanya adalah tidak hanya eliminasi kasus campak di Indonesia tetapi juga mendukung eradikasi measles/ campak di global," jelasnya.

Baca juga: Kemenkes Minta Orang Tua Segera Lengkapi Imunisasi Campak Pada Anak

Lantas dengan meningkatnya kasus campak saat ini, Laura menyebut bahwa penyebab utama yakni tidak tercapainya target imunisasi pada masa pandemi. Imunisasi campak tidak menjadi prioritas dan bahkan cakupannya sangat rendah.

"Imunisasi campak selama covid-19 tidak menjadi prioritas dan cakupannya menjadi rendah tidak sesuai dengan target. Sedangkan kasus campak masih ada di masyarakat kita," ujar Laura.

"Saat ini angka kasus ini meningkat sebesar 32 kali lipat. Penyebabnya adalah cakupan imunisasi campak yang tidak sesuai target dalam kurun 2020-2022," tuturnya. (Van/OL-09)

Baca Juga

MI/Belvania Sianturi

HPN 2023, Kemenkominfo Ajukan Regulasi Hak Penerbit

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 08 Februari 2023, 07:05 WIB
Ketua PWI Atal S Depari mengatakan sistem algoritma platform digital sering kali tidak menguntungkan...
ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Indonesia Bersama Empat Negara Asia Tenggara Usulkan Kebaya ke ICH UNESCO

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Februari 2023, 06:15 WIB
Kelima negara Asia Tenggara yang mengenal kebaya sebagai busana tradisional perempuan itu mengusulkan melalui mekanisme nominasi bersama...
MI/Duta

Gobel: NU akan Semakin Terdepan di Abad Kedua

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Februari 2023, 23:24 WIB
Antusiasme warga NU mengikuti Resepsi 1 Abad NU membuktikan organisasi ini akan kian terdepan di abad...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya