Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Unair: Probiotik Duo-Strain jadi Solusi untuk Tingkatkan Ketahanan Ikan Lele dari Penyakit

Despian Nurhidayat
22/12/2025 14:19
Unair: Probiotik Duo-Strain jadi Solusi untuk Tingkatkan Ketahanan Ikan Lele dari Penyakit
Ilustrasi ikan lele.(Dok. Medcom)

DI tengah pesatnya perkembangan sektor akuakultur dunia, ikan lele tetap menjadi primadona budidaya di Indonesia. Proses pemeliharaannya yang mudah, nilai ekonominya yang tinggi, serta daya adaptasinya yang kuat menjadikan komoditas ini tumpuan banyak pembudidaya.

Namun di balik itu, ancaman penyakit masih menjadi batu sandungan terbesar, terutama infeksi bakteri Aeromonas hydrophilayang dapat mematikan hingga 100 persen populasi hanya dalam sepekan.

Aeromonas hydrophila ialah penyebab utama penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS), gangguan yang awalnya menyerang permukaan tubuh ikan sebelum menyebar ke organ dalam melalui peredaran darah. Infeksinya bukan hanya menyebabkan luka kulit dan pembengkakan mata, tetapi juga kerusakan sistemik, termasuk kerusakan usus dan penurunan jumlah sel goblet, komponen penting yang menjaga kekuatan dinding usus. Bahkan pankreas dapat ikut terdampak, sehingga produksi enzim pencernaan menurun drastis.

Selama bertahun-tahun, banyak pembudidaya mengandalkan antibiotik sintetis untuk mengatasi infeksi semacam ini. Namun penggunaan antibiotik secara terus-menerus menimbulkan kekhawatiran baru yaitu pencemaran lingkungan, risiko kesehatan bagi manusia, dan gangguan pertumbuhan ikan. Tak heran jika pencarian alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan semakin gencar dilakukan.

Dilansir dari laman Universitas Airlangga, salah satu terobosan yang kini mendapat perhatian besar adalah penggunaan probiotik. Mikroorganisme baik yang telah lama dikenal sebagai “penguat” kesehatan manusia ini ternyata juga memberikan manfaat signifikan bagi ikan. Beberapa jenis bakteri probiotik bahkan telah diisolasi langsung dari usus ikan, menunjukkan bahwa mereka secara alami berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna.

Dua di antara probiotik yang paling menjanjikan adalah Lactobacillus casei dan Bacillus subtilis. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing di mana L. casei mampu bertahan di lingkungan asam dan kaya garam empedu, sementara B. subtilisterkenal tahan terhadap kondisi ekstrem dan menghasilkan enzim pencernaan yang membantu tubuh ikan mengolah makanan dengan lebih efisien.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ketika kedua strain ini digabungkan, efeknya jauh lebih kuat dibandingkan penggunaan tunggal.

Penelitian pada berbagai spesies ikan air tawar memperlihatkan bahwa kombinasi probiotik dapat meningkatkan pertumbuhan, memperkuat sistem imun, memperbaiki struktur usus, serta meningkatkan aktivitas enzim pencernaan seperti amilase, lipase, dan protease. Pada ikan grass carp misalnya, probiotik ganda terbukti meningkatkan keragaman mikrobiota usus dan kapasitas antioksidan hanya dalam waktu satu bulan pemeliharaan.

Hal yang sama juga terlihat pada ikan lele. Probiotik dari genus Bacillus dan Pediococcusmampu mengangkat aktivitas enzim pencernaan, sementara L. casei dikenal dapat memperbaiki komposisi mikrobiota usus serta meningkatkan jumlah sel goblet, yang sangat penting bagi pertahanan usus terhadap infeksi.

Dengan dasar temuan-temuan tersebut, penggunaan dua strain probiotik sekaligus—L. casei dan B. subtilis—di dalam pakan lele kini dinilai sebagai strategi yang lebih unggul dibandingkan probiotik tunggal. Keduanya diperkirakan bekerja secara sinergis untuk meningkatkan jumlah dan keragaman bakteri baik di usus, memperbaiki kesehatan jaringan usus, dan meningkatkan produksi enzim pencernaan, terutama pada ikan yang sedang terinfeksi A. hydrophila.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penambahan probiotik duo-strain dalam rasio 1:1, pada konsentrasi 10% dan 15% dalam pakan, merupakan dosis paling optimal. Pada level inilah kondisi usus, jumlah bakteri baik, dan aktivitas enzim pencernaan mencapai peningkatan paling signifikan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pangan ikan yang sehat dan aman, temuan ini memberi harapan baru bagi dunia budidaya lele.

Probiotik bukan hanya menawarkan perlindungan lebih kuat terhadap infeksi mematikan A. hydrophila, tetapi juga membuka jalan menuju akuakultur yang lebih berkelanjutan—sehat bagi ikan, aman bagi lingkungan, dan menguntungkan bagi pembudidaya. (H-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik