Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANA tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kumpul dan menghindari asal asal sentuh pada balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
"Bahwa kebiasaan asal sentuh anak bayi balita saat kumpul terutama lebaran, seperti itu sebaiknya memang dikurangi atau dihindari karena risiko penularan (campak) tinggi. Dan sangat terkait dengan komunikasi informasi edukasi, bagaimana promosi kesehatan kepada masyarakat," kata Andi dalam konferensi pers, Kemarin (6/3).
Imbauan Kementerian Kesehatan pada saat momen hari raya Idul Fitri, apabila ada anak demam, ruam, maka segera ke pasintas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dan termasuk pemeriksaannya.
Selain itu, bagi orang dengan gejala atau penderita campak maka kegiatan kumpul saat momen lebaran idul fitri sebaiknya tidak dilakukan karena sangat rawan menularkan campak ke orang lain.
"Saat lebaran kita harus kumpul atau bersilaturahmi. Tetapi khusus kepada penderita, atau kasus yang mengiliki gejala demam, kemudian juga ada tanda-tanda suspek campak seperti ruam kemerahan, sebaiknya tidak kumpul-kumpul atau pergi ke tempat-tempat wisata, dan juga ke tempat-tempat keramaian lain. Sebaiknya di rumah saja," ujar dia.
Diketahui penderita campak wajib melakukan isolasi dan membatasi aktivitas di luar rumah hingga dinyatakan benar-benar sembuh total demi melindungi orang lain.
"Campak itu sangat tinggi tingkat penularannya. Dari satu orang bisa menularkan ke 12 sampai 18 orang," ungkapnya.
Menurutnya, tindakan kumpul-kumpul atau pun keluar rumah saat masa infeksi aktif sangat berisiko menciptakan klaster penularan baru di tempat umum secara bersamaan. (H-2)
Kemenkes laporkan 8.224 suspek campak hingga Maret 2026. Simak sebaran wilayah KLB dan jadwal imunisasi tambahan MR untuk anak PAUD/TK di sini.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti meningkatnya kembali kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia yang dikaitkan dengan melemahnya herd immunity atau kekebalan kelompok.
Penemuan kasus suspek campak pada tahun 2025 meningkat signifikan, yakni 147 persen dibandingkan tahun 2024, sehingga penguatan sistem kewaspadaan dini menjadi prioritas utama.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
"Dari data total sekabupaten itu sudah ada 16 kasus positif campak, 0 positif rubella dan 63 discarded,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved