Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) menghadirkan Direktur Muslim Philanthropy Initiative Dr Shariq Siddiqui dari Indiana University, Amerika Serikat.
Hal ini guna meningkatkan layanan muzaki dan pengetahuan amil Baznas terkait fund rising management. Kegiatan itu diselenggarakan pada Senin (19/12) di Kantor Baznas RI, Jakarta. Turut hadir menyambut dan menyampaikan arahan Wakil Ketua Baznas RI Mo Mahdum.
"Alhamdulillah kita mendapat kunjungan dari Direktur Muslim Philanthropy Initiative Dr Shariq Siddiqui. Beliau bercerita banyak, sharing knowledge tentang filantropi management, bagaimana seseorang bekerja di lembaga-lembaga amil seperti Baznas ini bekerja secara profesional," ujar Mo Mahdum melalui keterangan yang diterima Selasa (20/12).
Mahdum berharap, Dr Shariq Siddiqui dapat menularkan ilmunya, tidak hanya di Baznas pusat juga di Baznas se-Indonesia.
Baca juga: Program Marina Beauty Journey Ajak Gen Z Menggali Potensi Diri
"Kami juga berharap, ke depan akan ada MoU antara Baznas dan Indiana University, sehingga akan banyak sertifikasi-sertifikasi terkait pengelolaan zakat mulai perencanaan, pelaksanaan, penghimpunan, penyaluran, audit, dan lain sebagainya," katanya.
Dalam kesempatan sama, Dr Shariq Siddiqui menyampaikan rasa hormat dan senang atas kunjungannya ke Baznas RI. Menurutnya, Baznas merupakan lembaga yang mampu mengelola zakat ke dalam program-program yang inovatif.
"Jika kita ingin lebih profesional, kita dapat mengadakan lebih banyak pelatihan ke tingkat yang lebih tinggi, tentu kita akan lebih banyak memberdayakan orang," ujarnya.
Menurutnya, Baznas telah menunjukkan berinovasi berbagai program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat.
"Baznas telah menunjukkan peluang yang luar biasa bagaimana kita bisa efektif dalam mengelola zakat," tukasnya. (RO/OL-16)
Ivan Gunawan menyalurkan donasi sebesar Rp2 miliar untuk masyarakat Palestina melalui Baznas.
Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh permohonan uji materiil atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dalam perkara 97/PUU-XXII/2024
Keberadaan media menjadi jembatan penting yang memungkinkan program-program BAZNAS lebih dikenal luas serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memiliki fleksibilitas dalam membantu masyarakat.
Baznas) RI menganugerahkan penghargaan kepada 906 penggerak zakat, baik lembaga maupun perorangan, atas kontribusi nyata mereka dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Plt. Deputi Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menegaskan peran strategis zakat dalam pembangunan nasional.
Bangsa ini tidak hanya hidup dalam dokumen resmi atau peta, melainkan dalam percakapan, cerita, dan ruang komunikasi yang kita bangun bersama.
Rektor Unas El Amry Bermawi Putera mengungkapkan sepanjang 2025 Unas menghasilkan enam guru besar dari berbagai disiplin ilmu sehingga kini total guru besar Unas mencapai 31 orang.
UNIVERSITAS Terbuka (UT) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik dan memperluas kontribusi keilmuan yang berdampak bagi masyarakat
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof Dr Kuat Puji Prayitno, SH, MHum, menyatakan telah membentuk Tim Pemeriksa yang beranggotakan tujuh orang untuk mengusut dugaan tersebut.
UNIVERSITAS Chung di Malang, Jawa Timur, mengukuhkan Prof. Dr. Pieter Sahertian, M.Si sebagai guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis bersama Prof. Dr. Anna Triwijayati, M.Si, Senin (7/7).
Diperlukan formula hukum pemberantasan melalui penegakan hukum terhadap mafia tanah, penguatan peran satgas mafia tanah dan KPK, serta pembentukan pengadilan khusus pertanahan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved