Sabtu 10 Desember 2022, 13:15 WIB

Yuk Kenali Diare dan Penanganannya

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Yuk Kenali Diare dan Penanganannya

Wisegeek
Ilustrasi

 

DIARE bisa dialami oleh siapapun mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia (lansia). Butuh pencegahan dan penanganan yang tepat agar penyakit ini tidak membahayakan tubuh.

Diare adalah kondisi perubahan frekuensi buang air besar (BAB) yang disertai perubahan konsistensinya, yakni BAB menjadi lebih lembek atau cair dan frekuensinya meningkat.

"Bisa dikatakan hampir semua orang pernah mengalami diare, karena memang dari penyebabnya pun bisa karena infeksi atau tidak cocok dengan makanan. Jadi memang akan mudah dialami oleh semua orang," ujar Medical Officer PT Kalbe Farma Tbk, Kristia Avi Ardiani, melalui siaran pers, dikutip Sabtu (10/12).

Baca juga: ISPA Hingga Diare Jadi Penyakit Terbanyak Korban Gempa Cianjur

Lebih lanjut, Avi mengatakan, ada dua tipe diare yakni diare akut dan diare kronis. Yang pertama terjadi kurang dari dua minggu, biasanya disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi atau infeksi virus, bakteri, atau parasit.

Penyebab lainnya adalah perubahan pola asupan karena sistem pencernaan belum terbiasa dengan asupan yang baru dikonsumsi, misalnya diare karena pertama kali minum susu. Pada kondisi ini, diare bisa sembuh dengan sendirinya namun jika disebabkan infeksi, butuh penanganan.

Diare kronis, terjadi selama lebih dari dua minggu. Penyebabnya, malabsorbsi atau gangguan penyerapan, misalnya orang-orang yang memiliki intoleransi gluten, laktosa, dan fruktosa.

Bisa juga karena penyakit yang terdapat peradangan di saluran cerna, seperti IBD (Inflammatory Bowel Disease) atau IBS (Irritable Bowel Syndrome).

"Maka, harus ada manajemen lifestyle dan makanan yang dikonsumsi. Gangguan saluran cerna yang terjadi secara kronik pun memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif. Diare pun bergantung pada daya tahan tubuh," kata Avi.

Menurut Avi, diare juga bisa disebabkan karena penularan infeksi melalui fekal oral. Misalnya, saat seseorang sedang diare dan tidak bersih dalam mencuci tangan, penyakit tersebut bisa ditularkan lewat benda-benda yang disentuhnya.

Diare perlu diwaspadai ketika berlangsung lebih dari tiga hari, dan sudah dibantu dengan oralit tapi gejalanya tidak membaik atau semakin parah, ditambah terdapat demam, mual, muntah, sakit perut, perut terasa keram, tiba-tiba BAB-nya ada lendir atau darah, maupun berkali-kali BAB. Kemungkinan diare tersebut disebabkan oleh infeksi.

"Yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai terjadi dehidrasi, karena saat diare banyak cairan tubuh yang hilang, karena keluar terus lewat feses. Cairan tubuh juga hilang beserta elektrolit-elektrolit yang memang untuk tubuh. Jadi caranya, minum air yang cukup, air putih atau ditambah cairan oralit yang mengandung garam dan gula," ujar Avi.

Apabila cairan oralit tidak membantu, bisa ditambahkan obat-obatan mengandung yang adsorben untuk menghentikan diare, misalnya ada attapulgite, pectin, karbon aktif, dan bismuth.

Avi juga mengatakan supaya tidak diare, maka harus bisa memilih makanan yang cara penyajiannya bersih dan jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum makan.

"Kalau tidak bersih, risikonya lebih tinggi untuk terkontaminasi dan akan menyebabkan diare. Lalu dibatasi atau menghindari makanan yang memang mencetuskan diare, karena kan memang orang satu dengan yang lain berbeda pencetusnya," pungkasnya. (Ant/OL-1).

Baca Juga

ANTARA

Mencegah Stunting dengan Tingkatkan Konsumsi Protein Hewani

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 14:41 WIB
Protein hewani sangat penting untuk mencegah stunting karena protein hewani mengandung komposisi asam amino esensial yang lebih lengkap...
MI/Joan

Rangkaian Konser Sambut 50 Tahun Grand Sahid Jaya

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 14:11 WIB
General Manager Grand Sahid Jaya Venny Artha mengungkapkan akan ada 3-4 acara besar lainnya sampai Maret...
MI/Amiruddin Abdullah Reubee

Survei Edurank: USK Peringkat 14 PTN Terbaik Indonesia

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 13:30 WIB
USK berada pada peringkat 14 di tingkat nasional, peringkat 504 di Asia dan peringkat 1.778 secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya