Jumat 09 Desember 2022, 17:46 WIB

Cegah Lonjakan Sub Varian Baru dengan Prokes dan Vaksin

Mediaindonesia | Humaniora
Cegah Lonjakan Sub Varian Baru dengan Prokes dan Vaksin

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Warga melintasi mural bertemakan COVID-19 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

 

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyatakan bahwa penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19 merupakan kunci utama untuk mencegah risiko penularan subvarian Omicron BN.1

"Kemenko PMK kembali mengingatkan bahwa menjaga prokes itu penting, vaksinasi COVID-19 itu penting," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto dihubungi di Jakarta, hari ini.

Agus menambahkan bahwa pada saat ini COVID-19 subvarian Omicron BN.1 telah terdeteksi di Indonesia sehingga penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi menjadi suatu keharusan.

"Pandemi belum berakhir, virus terus bermutasi, sehingga masyarakat masih perlu meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan penerapan protokol kesehatan, bagi yang belum vaksin juga silakan segera vaksin," katanya.

Agus mengingatkan masyarakat untuk tidak abai memakai masker, terutama pada ruangan yang tertutup guna menekan risiko penularan penyakit.

"Penggunaan masker dengan cara yang baik dan benar bisa menekan risiko penularan COVID-19 dan penyakit lain seperti tuberkulosis dan ISPA," katanya.

Baca juga: Subvarian BN 1 Merebak, Epidemiolog Ingatkan Mitigasi Jelang Nataru

Agus menambahkan bahwa kelompok lansia juga perlu segera melengkapi diri dengan vaksinasi booster kedua atau dosis keempat agar dapat memperoleh perlindungan yang optimal.

"Kami kembali mengingatkan agar kelompok lansia, terlebih lagi yang memiliki komorbid agar tidak menunda-nunda untuk mendapatkan vaksinasi booster dan booster kedua," katanya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI melaporkan Subvarian Omicron BN.1 yang terdeteksi di Indonesia berjumlah 20 kasus sejak kali pertama dideteksi di Kepulauan Riau pada 16 September 2022.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan 20 kasus BN.1 di Indonesia hingga saat ini dilaporkan dari DKI Jakarta sebanyak sembilan kasus, Jawa Tengah lima kasus, Kepulauan Riau tiga kasus, dan Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan masing-masing satu kasus.

Menurut Nadia, BN.1 merupakan sublineage dari BA.2.75 yang merupakan turunan dari varian Omicron. Di dunia, pertama dilaporkan pada akhir Juli 2022 dari India. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/ Aprillio Akbar

Nasib Pekerja Rumah Tangga Memburuk, RUU PPRT Harus Segera Disahkan

👤Faustinus Nua 🕔Senin 30 Januari 2023, 18:20 WIB
Kebanyakan PRT berasal dari keluarga miskin. Sudah sepantasnya negara secara tegas hadir untuk melindungi warganya yang...
Ist

Daewoong Ajukan Permohonan Persetujuan Obat Baru di 11 Negara

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Januari 2023, 17:55 WIB
Sejauh ini, Daewoong telah mengajukan persetujuan Fexuprazan ke 11 negara, yaitu Brasil, Filipina, Indonesia, Thailand, Meksiko, Cile,...
MI/ HO

BSM Umat Bertransformasi jadi BSI Maslahat

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Januari 2023, 14:52 WIB
Transformasi BSI Maslahat diharapkan membuat llembaga tersebut menjadi yang terdepan dalam menguatkan ekosistem ekonomi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya