Jumat 09 Desember 2022, 14:50 WIB

Subvarian BN 1 Merebak, Epidemiolog Ingatkan Mitigasi Jelang Nataru

Faustinus Nua | Humaniora
Subvarian BN 1 Merebak, Epidemiolog Ingatkan Mitigasi Jelang Nataru

ANTARA/SISWOWIDODO
Petugas menyiapkan vaksin covid-19 dosis penguat saat digelar Gebyar Vaksin Booster di Polres Madiun, Jawa Timur, Selasa (6/12/2022).

 

EPIDEMIOLOG dari Universitas Griffith, Australia Dicky Budiman mengingatkan pentingnya langkah mitigasi dalam menyikapi masuk subvarian baru covid-19 BN 1. Hal itu untuk mengantisipasi agar subvarian baru tersebut tidak memperparah kasus covid-19 di Indonesia, khususnya di saat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Jadi saat nataru perlu melakukan mitigasi dengan memastikan bahwa orang-orang yang beraktivitas, mobile itu yang sudah booster," ujarnya kepada Media Indonesia, Jumat (9/12).

Dicky mengungkapkan bahwa sejak pertengahan November lalu dirinya sudah mengingatkan bahwa BN 1 berpotensi menjadi salah satu kontributor peningkatan kasus di Indonesia. "Nah dia lebih cepat menular dan lebih mudah karena dia lebih mudah terikat pada reseptor dan juga lebih mampu mengelak dari imunitas," imbuhnya.

Baca juga: BKKBN: 400 Ribu Bayi Lahir Stunting Setiap Tahun di Indonesia

Baca juga: Pemasungan Berdampak Buruk pada Fisik dan Mental

Hal itu, kata Dicky, akan menyebabkan covid-19 bisa berevolusi. Lantas, ketika subvarian tersebut bertemu subvarian lainnya kemudian bisa berevolusi menjadi subvarian baru yang lebih super. Mengingat virus covid-19 mudah bereplikasi atau bermutasi.

"Artinya potensi yang menyebabkan keparahan bisa ada ketika dia melahirkan subvarian yang lebih super tadi. Nah ini yang harus dicegah," ucapnya.

Menurut Dicky, vaksin yang ada saat ini sudah cukup efektif dalam melawan virus covid-19 dan varian serta subvarian. Akan tetapi hal itu tidak membuat masyarakat lengah. Perlu mitigasi untuk mewaspadai subvarian BN 1 tidak menyebar luas di tanah air.

"Saat ini vaksin yang ada memang relatif cukup efektif, tapi ingat potensi vaksin yang ada saat ini dalam mencegah orang tidak terinfeksi supaya tidak terjadinya penularan," kata dia.

Dia menambahkan agar pada saat Nataru PPKM bisa dinaikkan menjadi level 2. Hal itu penting untuk mewaspadai peningkatan kasus di libur akhir tahun. (H-3)

Baca Juga

ANTARA

Mencegah Stunting dengan Tingkatkan Konsumsi Protein Hewani

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 14:41 WIB
Protein hewani sangat penting untuk mencegah stunting karena protein hewani mengandung komposisi asam amino esensial yang lebih lengkap...
MI/Joan

Rangkaian Konser Sambut 50 Tahun Grand Sahid Jaya

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 14:11 WIB
General Manager Grand Sahid Jaya Venny Artha mengungkapkan akan ada 3-4 acara besar lainnya sampai Maret...
MI/Amiruddin Abdullah Reubee

Survei Edurank: USK Peringkat 14 PTN Terbaik Indonesia

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 13:30 WIB
USK berada pada peringkat 14 di tingkat nasional, peringkat 504 di Asia dan peringkat 1.778 secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya