Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MELONGGARNYA tingkat kepatuhan protokol kesehatan (prokes) sangat berpengaruh pada peningkatan jumlah kasus covid-19 harian. Namun, level pengaruh akan meningkat pada orang yang memiliki komorbid dan risiko tinggi.
"Umumnya, covid-19 subvarian XBB hanya menyebabkan gejala ringan. Tapi, betul pada lansia atau mereka dengan komorbid risiko menjadi berat, bahkan kematian lebih besar," ungkap ahli kesehatan sekaligus Guru Besar Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Amin Soebandrio saat dihubungi, Jumat (3/12).
Menurutnya, subvarian XBB dan varian omikron lainnya bisa melarikan diri dari antibodi, baik pascainfeksi, vaksinasi, maupun terapi antibodi monoklonal.
Baca juga: Covid-19 Varian XBB Picu Lonjakan Kasus di Indonesia, Protokol Kesehatan Perlu Diperhatikan Serius
"Intinya semua komorbid yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh, dan/atau adanya kerusakan satu atau lebih organ tubuh misalnya jantung, ginjal, hati, paru, atau kombinasinya," imbuh Amin.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan M. Syahril menekankan bahwa banyaknya kasus positif harian dan kasus yang meninggal tidak ada hubungannya. Sebab, yang menyebabkan banyaknya kematian terkait covid-19 adalah risiko tinggi dan komorbid.
Baca juga: Hanya 1% Penyandang Disabilitas Majemuk Terima Pendidikan
"Orang terpapar covid-19 dengan gejala sedang, berat dan kritis, apabila dengan risiko tinggi, seperti lansia atau penyakit risiko tinggi lain, seperti diabetes, hipertensi dan jantung, itu menyebabkan banyak kematian," jelas Syahril.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa pasien positif covid-19 yang meninggal banyak dari kelompok risiko tinggi dan komorbid. Pihaknya menegaskan kepada seluruh rumah sakit di Indonesia, bahwa tidak boleh menolak pasien yang berobat, meski dengan antigen positif.
"Kebijakan Kemenkes tidak ada fasilitas pelayanan kesehatan yang menolak kasus covid-19 yang dirawat. Harus ada fasilitas untuk merawat pasien, yaitu sekitar 10%, dari kapasitas tempat tidurnya," tuturnya.(OL-11)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Epidemiolog sekaligus peneliti Global Health Security, Dicky Budiman, mengatakan bahwa sebetulnya hal tersebut tidak mengagetkan karena covid-19 kini sudah menjadi endemi.
Berikut adalah 8 langkah pencegahan Covid-19 yang perlu diterapkan masyarakat untuk memutus rantai penularan virus:
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran pada 28 Mei lalu mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) dalam Surat Edaran mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19 menyebut varian dominan yang beredar di Indonesia adalah MB.1.1.
PENGURUS IAKMI dr Iqbal Mochtar mengatakan peningkatan kasus covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia, saat ini belum sampai pada level mengkhawatirkan.
"Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan puncak wabah tahun ini,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved